• Selasa, 21 Juli 2026

Gempa M5,6 Guncang Maluku Utara, BMKG: Akibat Deformasi Lempeng Laut Maluku

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Minggu, 21 Desember 2025 | 20:54 WIB
BMKG melaporkan gempa M5,6 mengguncang Maluku Utara pada Minggu malam. Getaran terasa hingga Sulawesi Utara, namun tidak berpotensi tsunami.
BMKG melaporkan gempa M5,6 mengguncang Maluku Utara pada Minggu malam. Getaran terasa hingga Sulawesi Utara, namun tidak berpotensi tsunami.

Sulawesitoday - Wilayah Ternate dan Jailolo, Maluku Utara, diguncang gempa tektonik pada Minggu malam, 21 Desember 2025. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mneunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,6.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada pukul 19.21.46 WIB. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,47° LU serta 126,35° BT.

"Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 kilometer arah barat laut Jailolo, Maluku Utara, pada kedalaman 30 kilometer," ujar Daryono dalam keterangan tertulisnya, Minggu.

Dilihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, Daryono menyebut gempabumi ini merupakan jenis gempabumi dangkal. Pemicunya adalah aktivitas deformasi batuan di dalam Lempeng Laut Maluku. Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki pergerakan naik atau thrust fault.

Guncangan gempa ini dilaporkan dirasakan cukup luas. Di daerah Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa, dan Minahasa Utara, getaran dirasakan dengan skala intensitas III MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seakan-akan ada truk yang sedang berlalu.

Sementara itu, di wilayah Ternate, intensitas gempa tercatat berada pada skala II-III MMI. Meski pusat gempa berada di laut, hasil pemodelan BMKG menegaskan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga pukul 19.40 WIB, monitoring BMKG mencatat telah terjadi satu kali aktivitas gempabumi susulan atau aftershock dengan magnitudo M3,0.

BMKG mengimbau masyarkat agar menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Selain itu, warga diharapkan hanya merujuk pada informasi resmi yang disebarkan melalui kanal komunikasi terverifikasi, seperti akun Instagram/Twitter @infoBMKG, situs resmi bmkg.go.id, atau melalui aplikasi Mobile Apps InfoBMKG.

Baca Juga: Oknum Pilih-Pilih Kayu Berkualitas, Warga Aceh Tamiang Geram Pasca Banjir

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini