Di area pesantren, pemandangan mulai berubah. Halaman depan yang semula dipenuhi lumpur kini terlihat strukturnya. Ruang-ruang kelas sedang dalam tahap pembersihan lanjutan. Diproyeksikan, dalam beberapa hari ke depan aktivitas bisa dimulai kembali secara terbatas.
Namun tantangan belum sepenuhnya usai. Material endapan masih tersisa di beberapa titik. Kerusakan infrastruktur memerlukan perbaikan lebih lanjut. Estimasi pemulihan total membutuhkan waktu minimal dua minggu. Komitmen pemulihan bertahap terus digulirkan.
Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menegaskan responsivitas mereka. Setiap kebutuhan masyarakat terdampak dipetakan. Bantuan logistik terus disalurkan. Tim medis standby untuk layanan kesehatan darurat. Trauma healing juga disiapkan untuk santri dan warga.
Artikel Terkait
Emas Haram di Parimo: Deru Mesin, Bisikan Restu dan APH Buta
Tengah Malam di Bekasi, Gus Yazid Diborgol—Aliran Dana Rp20 Miliar dari Jenderal Terbongkar
Banjir Bandang Tebing Tinggi: Warga Bertahan di Atap Ambulans Saat Air Kepung Pemukiman
Momen Memilukan: Anak-Anak Desa Babo Aceh Hidup Tanpa Listrik Sebulan, Masih Butuh Baju dan Selimut Pascabanjir 15 Meter
Ancaman KLB Mengintai Pascabanjir Sumatera, Eks Pimpinan IDI: Pelayanan Kesehatan di Pengungsian Jadi Kunci