Sulawesitoday - Awalnya saya skeptis. Mana ada ponsel tipis tapi baterainya 7000 mAh? Biasanya, baterai jumbo itu identik dengan bodi tebal. Seperti bata. Tidak enak digenggam. Tapi realme 16 Pro 5G mematahkan itu. Tebalnya hanya 7,75 mm. Ringan. Hanya 192 gram. Ini prestasi teknik yang luar biasa.
Rahasianya? Teknologi Silicon Carbon. Kepadatan energinya tinggi. Maka, kapasitas besar bisa masuk ke ruang yang sempit. Hasilnya? Saya pakai dua hari, baterai masih bernapas. Luar biasa.
Desain: Naoto Fukasawa dan "Ganjalan" di Hati
Ponsel ini hasil sentuhan Naoto Fukasawa. Maestro desain Jepang. Alirannya minimalis. Fungsional. Varian Orchid Purple yang saya pegang ini memang cantik. Kalem. Halus. Tapi jujur, bukan selera saya. Terlalu feminin.
Ada satu hal yang membuat saya rindu: desain seri lama. Ingat realme 11 Pro+? Ada garis tengahnya. Ada sentuhan kulit premium. Terasa sangat ikonik. Di seri 16 Pro ini, modul kameranya pindah ke kiri atas. Kotak. Biasa saja. Tidak ada "kejutan" visual yang bikin orang menoleh dua kali.
Tapi soal ketangguhan? Saya angkat jempol. Sudah IP69 Pro. Saya siram air keran? Aman. Kena tumpahan kopi? Tinggal lap. Bahkan ada fitur Underwater Photography. Meski saya jarang berenang, tahu bahwa ponsel ini "tahan banting" terhadap cairan bikin hati tenang.
Layar: 144Hz yang Memanjakan Mata
Layarnya AMOLED. 6,78 inci. Refresh rate-nya tembus 144Hz. Sangat mulus. Saya coba pakai di bawah terik matahari Palu yang menyengat. Masih terbaca jelas. Klaimnya 6500 nit untuk peak brightness. Angka yang fantastis, meski dalam penggunaan harian yang paling terasa adalah visibilitasnya yang konsisten.
Satu hal yang saya suka: layarnya flat. Rata. Tidak melengkung di tepian. Buat saya yang praktis, layar rata itu lebih baik. Pasang tempered glass mudah. Tidak ada salah sentuh di pinggiran.
Kamera: 200 Megapiksel yang Berbicara
Inilah menu utamanya. Sensor Samsung HP5. Resolusi 200MP.
Apakah angka sebesar itu cuma taktik dagang? Ternyata tidak.
Saya coba memotret di malam hari. Hasilnya tajam. Noise-nya minim. Ada teknologi LumaColor. Ini cara realme mengolah warna kulit manusia agar terlihat natural. Tidak pucat. Tidak juga terlalu kuning.
Mode Portrait-nya juara. Efek bokeh-nya halus. Rapi. Separasi antara rambut dan latar belakang sangat presisi. Padahal, dia tidak punya lensa telefoto khusus. Semuanya dikerjakan secara digital dari sensor 200MP tadi.
Artikel Terkait
Cara Mudah Cek Graphic Card Laptop, Bisa Lewat Device Manager hingga Dxdiag
Cara Cek Penggunaan Data Xiaomi dan POCO di HyperOS: Jangan Sampai Kuota Bocor!
Bukan Cuma Coding! Intip Gaji Fantastis Tukang Listrik & Teknisi di Balik Pabrik Otak AI
Tips HP Anti Lemot untuk Foto Lebaran, 9 Cara Mudah Hapus Sampah Digital di Android
Kecanduan Reels dan Shorts Bikin Fokus Ambrol, Siswa Korea Mulai Kesulitan Hadapi Suneung