[wpseo_breadcrumb]
Banggai, Tojo Una-Una, Parigi Moutong dan Sigi Waspada Banjir, Hujan Lebat Masih Mengguyur Sulteng
Wilayah di Sulawesi Tengah Terus Dihantam Hujan Deras, Masyarakat Diimbau Siaga
Sulawesitoday - Sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah. Termasuk Banggai, Tojo Una-Una, Parigi Moutong, dan Sigi. Saat ini tengah mengalami hujan deras yang mengakibatkan banjir. Dan kerusakan infrastruktur pertanian.
BMKG Mutiara Sis Aljufri Palu. Memperkirakan hujan deras ini akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Potensi Hujan Deras dan Banjir di Sulawesi Tengah
Dalam beberapa pekan terakhir. Intensitas hujan yang tinggi telah mengakibatkan banjir di berbagai wilayah di Sulawesi Tengah.
Kepala BMKG Mutiara Sis Aljufri Palu, Nuralim, mengungkapkan. Curah hujan tinggi disebabkan pergerakan siklon tropis dari arah Maluku Utara. Berdampak pada peningkatan curah hujan. Di wilayah Sulawesi, termasuk Sulawesi Tengah.
"Dalam beberapa hari kedepan. Wilayah di Sulawesi Tengah masih berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat. Untuk seluruh wilayah," kata Nuralim dalam dialog interaktif mitigasi bencana di Palu. Jumat 5 Juli 2024.
Wilayah yang Paling Terdampak
Hujan dengan intensitas tinggi masih melanda bagian timur Sulawesi Tengah. Seperti Banggai Laut, Banggai, Tojo Una-Una. Dan Kabupaten Parigi Moutong termasuk Kabupaten Sigi.
Daerah-daerah ini diprediksi akan terus mengalami curah hujan tinggi. Dalam beberapa hari ke depan. Mungkin dapat memperburuk kondisi banjir dan kerusakan infrastruktur.
Himbauan Kewaspadaan bagi Masyarakat
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dini. Dan kesiapsiagaan mandiri guna mengantisipasi peningkatan curah hujan.
Khususnya, masyarakat di kawasan rawan bencana banjir dan tanah longsor. Diharapkan dapat mengambil langkah pencegahan diperlukan.
Persiapan ini penting untuk mengurangi risiko kerugian yang lebih besar. Akibat bencana alam yang mungkin terjadi.
Nuralim menekankan pentingnya peran serta masyarakat. Dalam upaya mitigasi bencana.
"Masyarakat perlu membangun kewaspadaan dini. Dan kesiapsiagaan secara mandiri," ujarnya.