• Kamis, 4 Juni 2026

Jembatan Darurat di Taliabu Kembali Ambruk: Anggaran Terbuang Percuma, Warga Inisiatif Bangun Jembatan Sendiri

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Jumat, 9 Agustus 2024 | 13:42 WIB
Jembatan darurat di Taliabu kembali ambruk, warga bangun jembatan sendiri, dan menagih biaya kepada pengguna./Tangkap layar Facebook. (Amirullah)
Jembatan darurat di Taliabu kembali ambruk, warga bangun jembatan sendiri, dan menagih biaya kepada pengguna./Tangkap layar Facebook. (Amirullah)

Sulawesitoday - Jembatan darurat di Desa Talo, Kecamatan Taliabu Barat, Pulau Taliabu, Maluku Utara, yang dibangun pada Maret 2024 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kembali ambruk dan tak bisa digunakan.

Warga setempat terpaksa membangun jembatan darurat sendiri dengan tarif kendaraan saat melintas, karena jembatan utama tak kunjung diperbaiki secara memadai.

Jembatan yang dibangun dengan anggaran Rp 100 juta tersebut ternyata belum selesai masa perawatannya oleh kontraktor yang ditunjuk.

Kepala BPBD Asmadin pada Jumat, 9 Agustus 2024, mengatakan bahwa pihaknya akan memanggil kembali kontraktor untuk memperbaiki jembatan tersebut karena masih dalam tanggung jawab mereka.

Asmadin menyatakan bahwa kontraktor akan segera dipanggil untuk memperbaiki jembatan ambruk itu.

Pihak penyedia, yang diwakili oleh Suleman Tari, mengakui bahwa jembatan sudah dua kali diperbaiki. Namun, kondisi alam yang tidak menentu menyebabkan kerusakan berulang.

Besok, pihak kontraktor berencana untuk melakukan perbaikan lagi, bertepatan dengan penimbunan daerah pelabuhan.

Suleman Tari menjelaskan bahwa kondisi sungai di sekitar jembatan semakin lebar, yang menyebabkan biaya perbaikan semakin membengkak.

Dia juga meminta agar BPBD turun langsung ke lapangan untuk menilai kondisi yang ada.

Sementara itu, warga yang terdampak oleh rusaknya jembatan darurat tersebut kini membuat jembatan darurat sendiri dengan biaya yang dibebankan kepada pengguna.

Untuk kendaraan roda dua, dikenakan tarif Rp 5.000, sementara kendaraan roda empat dikenakan tarif mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 50.000, tergantung jenis kendaraan.

Ambruknya jembatan ini telah mengganggu aktivitas warga yang menghubungkan wilayah selatan ke ibu kota Bobong, dan mereka berharap agar perbaikan jembatan dapat segera dilakukan tanpa penundaan.

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini