Sulawesitoday - Polres Parigi Moutong melaksanakan simulasi pengamanan Pilkada 2024 pada Jumat, 23 Agustus 2024, di halaman Mako Polres.
Kegiatan itu juga menyiagakan sekitar 1800 personel dari berbagai instansi. Simulasi ini bertujuan untuk menyiapkan strategi menghadapi potensi kerusuhan saat pemilihan.
Apel gelar pasukan dimulai pukul 08.00 WITA, dipimpin oleh Kapolres Parigi Moutong AKBP Jovan Reagan Sumual. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Forkopimda serta kepala instansi terkait. Peserta apel mencakup TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, dan BPBD.
Dalam simulasi, massa aksi yang menolak hasil Pilkada Parigi Moutong berusaha mengganggu pelantikan kepala daerah terpilih.
Mereka melemparkan berbagai benda ke arah aparat. Personel Polres Parigi Moutong bersama Brimob Polda Sulteng berhasil memukul mundur massa.
Kapolres Jovan Reagan Sumual menjelaskan, "Skenario ini diharapkan menjadi bahan untuk personel sebagai alat antisipasi kejadian serupa. Namun, semoga Pilkada Parigi Moutong berjalan damai."
Ia menambahkan bahwa pengamanan Pilkada melibatkan TNI, Polri, dan organisasi perangkat daerah.
Sebanyak 1800 personel akan disiagakan pada hari pemungutan suara, 27 November 2024. Setiap TPS akan dijaga dua personel.
Baca Juga: MK Ubah Ambang Batas Pencalonan Pilkada, Netizen Sebut Selalu Ada Harapan Padahal Awal Rasanya Gelap
Kapolres juga menyebutkan penempatan 100 personel BKO Polda Sulteng khusus untuk pengamanan PHH.
Menurut Jovan Reagan, tidak ada TPS rawan di Parigi Moutong, namun TPS di wilayah terpencil menjadi perhatian khusus. Beberapa desa terpencil telah didata untuk antisipasi potensi kerusuhan.
Artikel Terkait
KPU Pastikan Laksanakan Putusan MK Soal Pilkada 2024 dan Siapkan Konsultasi dengan DPR dan Pemerintah
159 Siswa yang Ikut Demo di Gedung DPR Ditangkap Polisi Jakarta Timur Terkait Putusan MK Pilkada 2024
Viral Mundur Mendadak Krisdayanti dari Pilwakot Batu 2024 Meski Sudah Mendapat Restu dari PDI Perjuangan