• Senin, 20 Juli 2026

1800 Personel Siap Amankan Pilkada Serentak di Parigi Moutong, Polres Gelar Simulasi di Lapangan

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Jumat, 23 Agustus 2024 | 14:29 WIB
Simulasi pengamanan Pilkada 2024 di Parigi Moutong melibatkan 1800 personel. Kapolres harapkan Pilkada berjalan damai. #Pilkada2024 (Aswadin)
Simulasi pengamanan Pilkada 2024 di Parigi Moutong melibatkan 1800 personel. Kapolres harapkan Pilkada berjalan damai. #Pilkada2024 (Aswadin)

Sulawesitoday - Polres Parigi Moutong melaksanakan simulasi pengamanan Pilkada 2024 pada Jumat, 23 Agustus 2024, di halaman Mako Polres.

Kegiatan itu juga menyiagakan sekitar 1800 personel dari berbagai instansi. Simulasi ini bertujuan untuk menyiapkan strategi menghadapi potensi kerusuhan saat pemilihan.

Baca Juga: Trending Tagar Kembalikan Teman-teman Kami, YLBHI Minta Pembebasan 159 Demonstran yang Ditahan di Jakarta

Apel gelar pasukan dimulai pukul 08.00 WITA, dipimpin oleh Kapolres Parigi Moutong AKBP Jovan Reagan Sumual. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Forkopimda serta kepala instansi terkait. Peserta apel mencakup TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, dan BPBD.

Dalam simulasi, massa aksi yang menolak hasil Pilkada Parigi Moutong berusaha mengganggu pelantikan kepala daerah terpilih.

Baca Juga: KPU Pastikan Laksanakan Putusan MK Soal Pilkada 2024 dan Siapkan Konsultasi dengan DPR dan Pemerintah

Mereka melemparkan berbagai benda ke arah aparat. Personel Polres Parigi Moutong bersama Brimob Polda Sulteng berhasil memukul mundur massa.

Kapolres Jovan Reagan Sumual menjelaskan, "Skenario ini diharapkan menjadi bahan untuk personel sebagai alat antisipasi kejadian serupa. Namun, semoga Pilkada Parigi Moutong berjalan damai."

Ia menambahkan bahwa pengamanan Pilkada melibatkan TNI, Polri, dan organisasi perangkat daerah.

Sebanyak 1800 personel akan disiagakan pada hari pemungutan suara, 27 November 2024. Setiap TPS akan dijaga dua personel.

Baca Juga: MK Ubah Ambang Batas Pencalonan Pilkada, Netizen Sebut Selalu Ada Harapan Padahal Awal Rasanya Gelap

Kapolres juga menyebutkan penempatan 100 personel BKO Polda Sulteng khusus untuk pengamanan PHH.

Menurut Jovan Reagan, tidak ada TPS rawan di Parigi Moutong, namun TPS di wilayah terpencil menjadi perhatian khusus. Beberapa desa terpencil telah didata untuk antisipasi potensi kerusuhan.

Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini