• Selasa, 21 Juli 2026

Viral Sejumlah Pemuda Dugem Dekat Masjid Agung Sengkang di Wajo, Pengurus Masjid Klarifikasi dan Pelaku Minta Maaf Atas Tindakan Mereka

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Sabtu, 24 Agustus 2024 | 15:56 WIB
Pemuda di Wajo minta maaf usai dugem dekat Masjid Agung Sengkang. Pengurus masjid klarifikasi jarak aksi dari masjid 7 meter. #Wajo #MasjidAgung #Viral (Dwi Rahayu Putri)
Pemuda di Wajo minta maaf usai dugem dekat Masjid Agung Sengkang. Pengurus masjid klarifikasi jarak aksi dari masjid 7 meter. #Wajo #MasjidAgung #Viral (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Sebuah video yang viral memperlihatkan sejumlah pemuda bergoyang diiringi musik dugem di depan Masjid Agung Ummul Quraa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, viral di media sosial.

Pengurus masjid membantah aksi tersebut dilakukan di area masjid dan menegaskan bahwa jarak antara lokasi kejadian dengan masjid sekitar 7 meter.

Para pelaku telah meminta maaf kepada masyarakat setempat dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Pada 24 Agustus 2024, sebuah video yang memperlihatkan aksi dugem sejumlah pemuda di depan Masjid Agung Ummul Quraa, Sengkang, Kabupaten Wajo, menjadi viral di media sosial.

Aksi tersebut terjadi saat perayaan malam lampion dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, yang diselenggarakan di jalan raya di depan masjid.

Karyaman, pengurus Masjid Agung Ummul Quraa, menjelaskan bahwa kejadian tersebut tidak berlangsung di pekarangan masjid, tetapi di jalan raya.

Ia juga menjelaskan bahwa jarak antara lokasi aksi dengan masjid sekitar 7 meter, sehingga terlihat seolah-olah terjadi di halaman masjid.

Baca Juga: Viral Azizah Salsha Diperiksa Polisi Klarifikasi Dugaan Selingkuh dan Video Syur yang Menghebohkan Media Sosial dan Trending di X

"Kami imbau bahwa apa yang terjadi itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan Masjid Agung Ummul Quraa," tegas Karyaman dalam keterangannya.

Sementara itu, para pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Wajo, khususnya tokoh agama dan adat.

"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Wajo, tokoh agama, dan tokoh adat, atas apa yang telah kami lakukan," ungkap salah satu pelaku.

Para pelaku juga menegaskan bahwa aksi tersebut dilakukan secara spontan dan mereka berjanji tidak akan mengulanginya lagi di masa mendatang.

Insiden ini telah memicu reaksi beragam dari masyarakat, terutama di media sosial, yang menganggap tindakan tersebut tidak pantas dilakukan di dekat tempat ibadah.

Baca Juga: Trending Artis Korea dan Indonesia Suarakan Peringatan Darurat Indonesia, Atensi untuk Aksi Kawal Putusan MK dan Dukungan Masyarakat Meningkat

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini