• Selasa, 21 Juli 2026

Banjir Bandang di Ternate, Tiga Korban Baru Ditemukan Total Meninggal Dunia Mencapai 13 Orang

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Minggu, 25 Agustus 2024 | 20:31 WIB
Banjir bandang di Ternate menyebabkan 13 orang tewas, evakuasi korban masih berlangsung, dan warga membutuhkan bantuan darurat segera. #BencanaTernate (Muhammad Aqil Azizi)
Banjir bandang di Ternate menyebabkan 13 orang tewas, evakuasi korban masih berlangsung, dan warga membutuhkan bantuan darurat segera. #BencanaTernate (Muhammad Aqil Azizi)

Sulawesitoday - Hingga Minggu (25/8/2024) malam, pencarian korban banjir bandang di Kelurahan Rua, Kota Ternate, berhasil menemukan tiga korban tambahan yang tertimbun lumpur.

Pencarian oleh Tim SAR Gabungan menggunakan ekskavator dan semprotan air bertekanan tinggi. Satu korban ditemukan pukul 18.20 WIT, dan dua korban lainnya, pasangan suami istri, ditemukan pukul 19.30 WIT.

Dengan penemuan ini, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Ternate bertambah menjadi 13 orang. Enam orang lainnya masih dinyatakan hilang berdasarkan laporan warga setempat.

Hingga saat ini, proses pencarian korban banjir bandang di Kelurahan Rua terus berlangsung. Operasi pencarian sempat dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Senin (26/8/2024) pagi.

Baca Juga: Viral Banjir Besar Desa Bambu Mamuju, Rumah Terendam Hingga Dada Orang Dewasa

Kepala Basarnas Ternate, Fatur Rahman, menjelaskan bahwa operasi sempat akan ditutup setelah jam 18.00 WIT, tetapi ternyata ada dua korban lagi yang berhasil dievakuasi. Menurutnya, total korban yang telah dievakuasi saat ini berjumlah 13 orang.

Di samping itu, delapan orang korban yang mengalami luka-luka saat ini sedang dirawat di Puskesmas Gambesi dan RSUD Ternate. Pemerintah Kota Ternate telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama dua minggu ke depan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ternate bersama tim gabungan lainnya terus berupaya mengevakuasi korban dan memberikan bantuan kepada warga terdampak. Mereka sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa matras, terpal, dan bahan makanan.

BPBD Ternate telah menyiapkan posko pengungsian di gedung Sekolah Dasar Negeri 66 Rua sebagai tempat sementara bagi para pengungsi. Data awal mencatat jumlah pengungsi yang terdampak bencana masih dalam proses pendataan.

Menurut laporan Abdul Muhari, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB, sebanyak 13 orang meninggal dunia dan dua lainnya terluka akibat banjir bandang di wilayah Kelurahan Rua.

Baca Juga: Warga Balikpapan Mengeluh Gegara Banjir: Hujan Deras, MT. Haryono Terendam Hingga Satu Meter

Banjir bandang juga menyebabkan kerusakan berat pada 10 rumah dan kerusakan ringan hingga sedang pada belasan rumah lainnya.

Di lapangan, tim evakuasi menghadapi tantangan berat karena material lumpur dan pasir yang tebal menutupi area terdampak. Evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati karena lokasi permukiman berada di lereng bukit.

BMKG memprediksi hujan berintensitas tinggi masih akan terus mengguyur Ternate selama beberapa hari ke depan. Warga diminta untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini