• Selasa, 21 Juli 2026

Nomor Urut dan Kampanye Pilkada Parigi Moutong 2024, Mengapa Penting untuk Strategi Kampanye Para Kandidat?

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 23 September 2024 | 13:48 WIB
Pengundian nomor urut Pilkada Parigi Moutong 2024 telah berlangsung. Bagaimana nomor ini memengaruhi kampanye para kandidat? Simak lebih lanjut. (Nur Rafiqa)
Pengundian nomor urut Pilkada Parigi Moutong 2024 telah berlangsung. Bagaimana nomor ini memengaruhi kampanye para kandidat? Simak lebih lanjut. (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Dalam suasana yang penuh antusiasme, rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong 2024 berlangsung pada Senin, 23 September 2024. Acara ini dilaksanakan di halaman Kantor KPU Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dan dihadiri oleh ratusan pendukung, relawan, serta tokoh-tokoh penting seperti Pj Bupati Parigi Moutong bersama unsur Forkopimda.

Polisi setempat juga tidak main-main soal keamanan, mereka ketat sekali dalam membatasi akses pendukung yang hadir.

Nah, kalau bicara soal momen pengundian nomor urut ini, kamu tahu kan betapa pentingnya nomor urut di Pilkada? Gak cuma buat pajangan di surat suara, nomor ini punya pengaruh besar pada strategi kampanye masing-masing pasangan calon. Misalnya, pasangan Badrun Nggai-Muslih yang mendapatkan nomor urut 1 bisa jadi bakal memanfaatkan angka ini sebagai simbol “pemimpin pertama” dalam segala hal. Di sisi lain, pasangan Nizar Rahmatu-Ardi Kadir yang dapat nomor urut 3 bisa bermain dengan strategi yang mengasosiasikan angka tersebut sebagai keberuntungan. Apakah nomor urut mempengaruhi hasil? Well, itu masih bisa diperdebatkan, tapi dalam hal pengenalan nama dan branding, nomor memang bisa membuat perbedaan.

Ketua KPU Parigi Moutong, Ariyana, juga menekankan pentingnya proses pengundian ini. Menurut dia, pengundian dilakukan secara terbuka dan adil.

Baca Juga: Drama Pilkada Parigi Moutong 2024: Empat Calon Lolos, Satu Kandidat Tidak Memenuhi Syarat Karena Tersandung Kasus Hukum

“Kami ingin memastikan semua kandidat memiliki kesempatan yang sama,” katanya dalam konferensi pers. Sistem ini benar-benar menjamin tidak ada favoritisme, sehingga nomor urut menjadi murni soal keberuntungan atau nasib baik para paslon.

Selain pengundian nomor urut, acara ini juga dirangkai dengan deklarasi pilkada damai. Ini semacam upaya untuk memastikan bahwa kampanye yang dilakukan berjalan damai dan tertib, meskipun persaingannya ketat. Setiap pasangan calon, bersama partai pendukungnya, turut menandatangani petisi pilkada damai tersebut. Bagian ini sangat penting karena kita tahu, kontestasi politik seringkali memanas, dan langkah-langkah ini untuk memastikan agar semua tetap berjalan aman.

Dampak Nomor Urut pada Strategi Kampanye

Menariknya, nomor urut yang didapat oleh pasangan calon ternyata punya dampak besar pada cara mereka mengatur strategi kampanye. Pasangan dengan nomor urut rendah, seperti 1 atau 2, seringkali dianggap lebih mudah diingat oleh pemilih. Apalagi di daerah dengan tingkat pendidikan yang beragam, ini bisa menjadi keuntungan besar. Misalnya, di beberapa daerah, nomor urut 1 kerap diartikan sebagai "yang terbaik" atau "yang paling diingat".

Menurut Dr. Ahmad Sulaiman, seorang analis politik lokal, “nomor urut ini bisa jadi semacam simbol, baik itu keberuntungan atau malah sebaliknya.” Menurutnya, masyarakat cenderung memiliki persepsi yang kuat terhadap angka, dan ini akan digunakan oleh tim kampanye untuk memengaruhi preferensi pemilih. Kalau pasangan calon bisa memanfaatkan nomor urut mereka dengan cerdas, mereka bisa menggunakannya sebagai tema kampanye yang kuat.

Persiapan Menuju Pilkada

Seiring dengan semakin dekatnya Pilkada pada 27 November 2024, para kandidat mulai memperlihatkan berbagai visi dan misinya untuk menarik perhatian masyarakat. Misalnya, Badrun Nggai, yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati, sudah pasti bakal menonjolkan pengalamannya dalam pemerintahan. Dengan nomor urut 1 di tangan, dia bisa menjual narasi "pengalaman pertama dalam memimpin" yang sejalan dengan nomor urutnya.

Di sisi lain, pasangan Moh. Nur Dg. Rahmatu-Arman dengan nomor urut 2 mungkin akan mengusung kampanye berbasis stabilitas dan keseimbangan. Pasangan Nizar Rahmatu-Ardi Kadir dengan nomor urut 3, bisa menjual narasi "Metal" dalam artian Menang Total, yang menggabungkan semangat dan pengalaman.

 

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini