Sulawesitoday - Kalau bicara soal seleksi notaris, mungkin kita sering berpikir ini cuma soal ujian pengetahuan, ya? Tapi yang menarik, seleksi CAT (Computer Assisted Test) Calon Notaris 2024 di Palu ternyata lebih dari sekadar itu.
Dari informasi, ada sekitar 70 peserta yang bakal ambil bagian dalam ujian ini. Dan mereka nggak cuma diuji soal kemampuan akademis, lho. Integritas juga jadi hal yang penting banget. Jadi ya, bisa dibilang ini ujian karakter juga.
Hermansyah Siregar, Kakanwil Kemenkumham Sulteng, sempat bilang kalau ujian ini nggak main-main.
“Seleksi ini bukan hanya ujian pengetahuan, tetapi juga ujian karakter,” katanya. Ini kayak pengingat buat kita semua kalau profesi notaris itu punya tanggung jawab besar, nggak bisa asal-asalan. Siapa yang lolos di sini, dia yang nanti bakal bawa nama baik dunia hukum kita, kan?
Baca Juga: Refleksi Hari Kesaktian Pancasila: Kanwil Kemenkumham Sulteng Tegaskan Komitmen Indonesia Maju
Nah, buat soal persiapannya, panitia dari Kanwil Kemenkumham Sulteng bener-bener ketat, nih. Peserta diwajibkan registrasi 90 menit sebelum ujian, dan jangan harap bisa bawa barang-barang kayak handphone atau bahkan perhiasan.
Ada face recognition dan body checking juga sebelum masuk ruang ujian. Kebayang, ya, betapa seriusnya mereka jaga keamanan dan kejujuran ujian ini. Dan kalau ada yang melanggar aturan? Diskualifikasi.
Selain itu, penting banget buat peserta paham kalau ini bukan sekadar soal lulus ujian aja, tapi bagaimana mereka menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi tantangan di profesi notaris nanti.
Seperti yang dibilang Hermansyah lagi, “Ke depan, tantangan di dunia profesi notaris akan semakin besar.” Intinya, integritas adalah kunci. Dan bukan cuma buat hari ujian, tapi untuk jangka panjang.
Yang bikin menarik lagi, panitia juga udah menyiapkan simulasi seleksi sebelum ujian. Ini langkah yang cukup penting supaya para peserta nggak kaget waktu hari H. Dengan semua aturan dan sistem pengamanan yang ketat ini, kelihatannya seleksi tahun ini bakal berjalan mulus dan transparan. Setidaknya, itu yang diharapkan.
Jadi, buat kamu yang tertarik atau mungkin pengen tahu soal seleksi notaris, ini contoh nyata gimana sistem seleksi di Indonesia makin diperketat, nggak cuma soal pintar, tapi juga soal jujur.
Artikel Terkait
Program Pelita Desa, Kemenkumham Sulteng Giat Sosialisasi Perlindungan Kekayaan Intelektual di Kabupaten Banggai
Sinergi Kemenkumham Sulteng dan Pemda Banggai, Tingkatkan Layanan Hukum dan HAM untuk Masyarakat
Bahaya Perundungan di Kampus: Kemenkumham Sulteng Serukan Kesadaran Hukum
Kerja Sama BPJS Kesehatan untuk Warga Binaan, Kolaborasi Kanwil Kemenkumham Sulteng dan Pemda Terobosan Penting di Sulawesi Tengah
Refleksi Hari Kesaktian Pancasila: Kanwil Kemenkumham Sulteng Tegaskan Komitmen Indonesia Maju