Sulawesitoday - Pelaksanaan razia rutin di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu, Sulawesi Tengah, tak hanya sekadar menjaga keamanan. Lebih dari itu, razia ini berfungsi sebagai alat untuk memastikan proses pembinaan bagi anak-anak binaan berjalan secara optimal.
Kegiatan yang dilakukan secara berkala ini memberikan dampak yang signifikan, baik dalam hal menjaga ketertiban maupun meningkatkan kesadaran anak binaan tentang pentingnya aturan dan disiplin.
Razia yang dilakukan pada Selasa (8/10/2024), misalnya, melibatkan seluruh jajaran pengawasan LPKA Palu dan berlangsung menyeluruh. Setiap ruangan, loker, hingga sudut tempat tidur anak binaan diperiksa dengan teliti oleh petugas. Kepala LPKA Palu, Mohammad Kafi, menjelaskan bahwa razia tersebut bukan hanya untuk mencari barang terlarang, tetapi juga untuk menciptakan kesadaran.
"Kami tidak hanya mencari barang terlarang, tapi juga membangun kesadaran di kalangan anak binaan tentang pentingnya ketertiban dan keamanan," ungkapnya.
Menariknya, barang-barang yang ditemukan pada razia ini tidak tergolong berbahaya, melainkan alat-alat sehari-hari seperti spidol, penggaris mika, dan gelas kaca. Meski demikian, semua barang tersebut tetap didata dan disimpan oleh staf pengawasan, menunjukkan komitmen pihak lembaga terhadap keamanan dan keteraturan. Dengan kontrol seperti ini, anak binaan pun diharapkan belajar untuk lebih bertanggung jawab dan patuh pada peraturan.
Dari perspektif pembinaan, langkah ini sebetulnya lebih jauh dari sekadar pengamanan. Razia rutin semacam ini secara tidak langsung mengajarkan anak binaan tentang pentingnya keteraturan dalam kehidupan sehari-hari. Kepala Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tengah, Hermansyah Siregar, menyatakan bahwa kolaborasi antara LPKA Palu dan instansi terkait dalam menjaga keamanan sangat diperlukan. Ia menekankan bahwa pendekatan humanis dalam pembinaan juga harus menjadi fokus utama, dengan tujuan memberikan ruang bagi anak-anak untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman dan positif.
Hermansyah menambahkan, “Kami mendorong semua petugas untuk menerapkan pendekatan yang lebih humanis dalam pembinaan, sehingga anak binaan dapat merasa dihargai dan didukung." Dalam konteks ini, pendekatan humanis menjadi elemen penting yang mendukung tumbuh kembang anak binaan selama mereka berada di LPKA. Alih-alih merasa dikekang oleh aturan, anak-anak ini diharapkan memahami bahwa disiplin adalah bagian dari proses pendewasaan mereka.
Penggeledahan rutin juga menjadi sarana penting bagi para petugas untuk terus memantau kondisi mental dan perilaku anak binaan. Barang-barang kecil seperti tali pita atau sendok stainless mungkin terlihat sepele, tetapi potensi bahayanya di dalam lingkungan seperti LPKA tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, setiap kegiatan penggeledahan tetap dilakukan dengan SOP yang jelas dan konsisten, tanpa mengabaikan hak-hak anak binaan.
Pendekatan yang tegas namun humanis ini membawa LPKA Palu selangkah lebih dekat untuk menjadi lembaga pembinaan yang tidak hanya aman, tetapi juga efektif dalam membentuk kepribadian anak-anak yang dibina. Mengatasi masalah keamanan sambil mempertahankan suasana yang kondusif untuk pembinaan menjadi tantangan utama, namun LPKA Palu telah membuktikan bahwa hal ini dapat dicapai melalui upaya yang konsisten dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Kemenkumham Sulteng Gelar Ujian Calon Notaris, Perjuangan Menjadi Penjaga Kepastian Hukum
Kemenkumham Sulteng Tingkatkan Pengawasan Orang Asing di Tengah Pilkada 2024, impora Lakukan Langkah Cepat!
Kemenkumham Sulteng Lantik Pejabat Keuangan, Langkah Penting Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih!
Dukungan Penuh! Kanwil Kemenkumham Sulteng Dukung Inovasi Peta Sunan LPKA Palu
Disiplin di Balik Puasa Sunnah: LPKA Palu Latih Anak Binaan Hadapi Masa Depan dengan Nilai Spiritual!
Kemenkumham Sulteng Jaring ASN Berkualitas Tinggi, Revolusi Pelayanan Publik di Balik Seleksi Kompetitif