Sulawesitoday - Fenomena tanah bergerak atau likuifaksi kembali menimbulkan dampak signifikan di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Kali ini, Desa Saloadak di Kecamatan Tobadak menjadi saksi bagaimana infrastruktur jalan yang sedang ditingkatkan tiba-tiba amblas dan menyebabkan ekskavator tertimbun di bawah material tanah yang longsor. Insiden ini terjadi pada Sabtu, 2 November 2024, sekitar pukul 15.30 WITA, dan berdampak pada akses lalu lintas sepanjang 200 meter yang kini lumpuh total.
“Jalan di Desa Saloadak amblas akibat likuifaksi,” kata Rezky Ilhamsyah, Koordinator Pusat Data dan Informasi BPBD Mamuju Tengah. Dampak dari pergeseran tanah ini bukan hanya menyulitkan akses warga, tetapi juga mengancam stabilitas perekonomian lokal yang bergantung pada aksesibilitas jalur ini. Jalan yang biasanya menjadi jalur utama bagi masyarakat kini tak lagi bisa dilewati kendaraan dari dua arah.
Baca Juga: Bareskrim Sita Rp 70,1 Miliar dari Kasus Judi Online SLOT82-78: Rekor Baru dalam Operasi Polri
Ekskavator yang seharusnya berfungsi untuk memperlancar pekerjaan justru mengalami kerusakan parah karena tertimbun material jalan yang ambles. Beruntung, operator ekskavator berhasil menyelamatkan diri, meskipun alat berat itu sendiri diperkirakan membutuhkan biaya pemulihan yang besar.
Dari sisi ekonomi, kerusakan alat berat dan tertundanya proyek perbaikan jalan ini jelas menambah beban. Dalam konteks proyek infrastruktur, ekskavator adalah komponen vital yang tidak hanya membutuhkan biaya besar untuk pengadaan, tetapi juga perawatan yang konsisten. Sekali alat berat ini rusak, tidak hanya waktu yang hilang, namun biaya yang harus dikeluarkan perusahaan pun melonjak tajam.
Baca Juga: Angin Puting Beliung Hantam Bima: Gedung Kampus Hancur, Pohon Tumbang di Jalur Strategis
Selain itu, bagi warga Desa Saloadak dan sekitarnya, ketidaktersediaan akses jalan menghambat aktivitas harian, mulai dari distribusi kebutuhan pokok hingga pengangkutan hasil panen dan komoditas lokal. Di daerah yang bergantung pada aktivitas pertanian dan perdagangan lokal, hambatan akses jalan seperti ini bisa memicu masalah yang lebih besar dalam jangka panjang.
Rezky juga menyampaikan bahwa penilaian menyeluruh masih dilakukan di lokasi kejadian. Pihak BPBD dan pihak perusahaan terkait kini fokus pada upaya pemulihan agar jalan dapat kembali difungsikan secepat mungkin.
Baca Juga: Kondisi Terkini Korban Tabrakan di Luwu Timur: Luka Serius, Langsung Dilarikan ke Rumah Sakit
"Proses penilaian ini diharapkan memberikan gambaran mengenai langkah penanganan lanjutan yang perlu dilakukan, baik untuk pemulihan jalan maupun untuk mencegah potensi bahaya lanjutan," ujarnya.
Langkah penanganan yang dilakukan saat ini tentu tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur jalan, tetapi juga pertimbangan risiko terhadap warga yang mungkin terdampak di masa depan. Menurut Rezky, pihak berwenang terus berada di lokasi dan bekerja sama dengan perusahaan kontraktor yang bertanggung jawab atas pengerjaan jalan.
Baca Juga: Kondisi Terkini Korban Tabrakan di Luwu Timur: Luka Serius, Langsung Dilarikan ke Rumah Sakit
“Sejauh ini, belum ada laporan korban lain selain kerusakan pada alat berat yang tertimbun. Pihak berwenang terus memantau situasi di lokasi,” tambahnya.
Artikel Terkait
Video Pemindahan Rumah Viral di Media Sosial: Beda Pilihan Cabup, Rumah Dipindah!
Kondisi Terkini Korban Tabrakan di Luwu Timur: Luka Serius, Langsung Dilarikan ke Rumah Sakit
Rp850 Miliar Hasil Lindungi Situs Judi Online, Komdigi di Bawah Sorotan
Angin Puting Beliung Hantam Bima: Gedung Kampus Hancur, Pohon Tumbang di Jalur Strategis
Bareskrim Sita Rp 70,1 Miliar dari Kasus Judi Online SLOT82-78: Rekor Baru dalam Operasi Polri