• Selasa, 21 Juli 2026

Viral Demi Konten Sosial Media Berujung Tragis! Pemuda Ini Hilang Usai Lompat dari Bendungan Benteng Pinrang

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Senin, 11 November 2024 | 18:34 WIB
Pemuda Pinrang hilang usai lompat dari Bendungan Benteng diduga demi konten media sosial. Pencarian terus dilakukan, terkendala cuaca buruk. #ViralPinrang #Pencarian (Amirulah)
Pemuda Pinrang hilang usai lompat dari Bendungan Benteng diduga demi konten media sosial. Pencarian terus dilakukan, terkendala cuaca buruk. #ViralPinrang #Pencarian (Amirulah)

Sulawesitoday - Jihad Ramadhani, pemuda 22 tahun asal Pinrang, Sulawesi Selatan, dilaporkan hilang sejak Sabtu (2/11) setelah aksi nekatnya melompat dari Bendungan Benteng. Menurut keterangan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pinrang, aksi ini diduga dilakukan untuk membuat konten media sosial yang kini marak jadi tren di kalangan anak muda.

Rhommy RM Manule, Kepala Pelaksana BPBD Pinrang, menjelaskan bahwa korban bersama teman-temannya tiba di lokasi bendungan pada sore hari menjelang Magrib. Menyadari bahwa lokasi sepi dari pengawasan, kelompok pemuda ini tampaknya memanfaatkan situasi tersebut untuk "bermain-main" di area bendungan.

Baca Juga: Tragedi Tabrakan Beruntun di Tol Purbaleunyi: Evakuasi Belum Tuntas, Kronologi Masih Misteri

“Dari keterangan Pak Lurah Benteng dan Kapolsek, mereka diduga mau buat konten makanya melompat dari bendungan,” ujar Rhommy.

Meskipun banyak aksi berani untuk media sosial yang berhasil menuai "like" dan "view," kali ini, upaya Jihad tampaknya berakhir tragis. Pada hari ketiga pencarian, yakni Senin (4/11), korban masih belum ditemukan. Tim gabungan BPBD dan SAR, dengan kekuatan 15 orang dan dua perahu karet, terus melakukan upaya pencarian yang intensif, meskipun dihadang cuaca buruk dan derasnya arus bendungan.

Baca Juga: Momen Mencekam Truk Rem Blong Picu Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang

"Sudah hari ketiga pencarian dan belum ditemukan korban. Ini juga kondisi cuaca dan arus deras menjadi kendala pencarian," papar Rhommy.

Kehilangan Jihad menyentuh banyak hati dan menyadarkan betapa berisikonya upaya untuk mendapatkan "konten" yang viral. Peristiwa ini menunjukkan bahwa meskipun media sosial dapat menjadi ruang untuk berekspresi, bahayanya tetap nyata, terutama jika tanpa perhitungan matang. Dadang Tarkas, Komandan Pos Basarnas Parepare, mengungkapkan bahwa pencarian Jihad dilakukan secara bergantian dengan kondisi medan yang cukup menantang.

Baca Juga: Dugaan Pelecehan Dilakukan Pimpinan Ponpes di Sigi, Santri Pria Jadi Korban Penyelidikan Dimulai

“Iya, sedang dilakukan proses pencarian terhadap seorang pria yang dilaporkan hilang saat mandi-mandi bersama teman-temannya,” kata Dadang.

Sebagai penutup, masyarakat diingatkan agar selalu memperhatikan keselamatan diri dan berpikir ulang sebelum melakukan aksi-aksi berbahaya demi popularitas. Ada harga yang terlalu mahal untuk sekadar mengejar konten yang menarik. Hingga kini, keluarga dan kerabat Jihad hanya bisa berharap agar pencarian segera menemukan titik terang, dan peristiwa ini dapat menjadi pelajaran bagi generasi muda lainnya.

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Artikel Terkait

Terkini