• Senin, 20 Juli 2026

Kisah Menegangkan, Ular 8 Meter Ditangkap Warga Mamuju Setelah Mangsa Sapi

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Jumat, 29 November 2024 | 15:52 WIB
Seekor ular piton raksasa sepanjang 8 meter ditemukan memangsa sapi di Mamuju. Peristiwa ini jadi pengingat pentingnya kewaspadaan warga. (Muhammad Aqil Azizi)
Seekor ular piton raksasa sepanjang 8 meter ditemukan memangsa sapi di Mamuju. Peristiwa ini jadi pengingat pentingnya kewaspadaan warga. (Muhammad Aqil Azizi)

Sulawesitoday - Kamis, 28 November 2024, suasana Dusun Tonde, Desa Sondoang, Mamuju, Sulawesi Barat, berubah mencekam. Seekor ular piton sepanjang 8 meter ditemukan di kebun milik warga dengan perut membuncit. Penyebabnya? Ular itu baru saja memangsa seekor sapi yang dilaporkan hilang tiga hari sebelumnya.

“Awalnya kami tidak tahu di mana sapinya,” ujar Husein, seorang warga yang ikut dalam proses penangkapan. “Setelah tiga hari mencari, kami menemukan ular ini dalam kondisi tidak bisa bergerak karena terlalu kenyang.”

Baca Juga: Hati-Hati, Salah Pilih Antara Pemblokiran dan Pelaporan Kendaraan Bisa Merugikan Anda

Fakta ini cukup mengejutkan, apalagi ukuran piton tersebut yang tak lazim ditemukan di sekitar permukiman warga.

Setelah penemuan itu, warga bekerja sama menangkap ular menggunakan tali. Prosesnya memang tidak mudah, meskipun ular tersebut terlihat lemas karena baru saja makan.

Baca Juga: Iris Wullur Disorot, Ekspresi Kontroversial Saat Meminum Air Zamzam Picu Amarah Netizen

Dalam waktu kurang dari satu jam, ular berhasil diamankan dan dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Penangkapan ini melibatkan belasan warga, yang sebagian besar menggunakan alat seadanya.

Mengapa Musim Kemarau Membawa Ular ke Permukiman?

Fenomena seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Saat musim kemarau, habitat alami ular—seperti hutan dan rawa—mengalami penyusutan sumber makanan dan air.

Baca Juga: Fokus Kepolisian di Sulawesi Tengah, Rekap Suara Pilkada 2024 Dikawal Ketat hingga Tingkat PPK

Ini sering memaksa hewan predator seperti piton untuk mencari mangsa di dekat permukiman. Ironisnya, sapi, kambing, atau hewan ternak lain menjadi target empuk.

Namun, melihat ular sebesar ini mendekati permukiman jelas menjadi peringatan serius. Apalagi, ancaman bukan hanya untuk ternak tetapi juga bagi manusia. Warga di daerah tersebut kini lebih waspada, terutama saat beraktivitas di luar rumah pada malam hari.

Baca Juga: Heboh Video Pemilu di Jeneponto, Petugas KPPS Ketahuan Mengarahkan Pilihan Pemilih Lansia

“Kami harus lebih hati-hati sekarang. Siapa tahu ada ular lain yang muncul,” tambah Husein.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini