Sulawesitoday - Banjir bandang yang menerjang Desa Ganda-ganda, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, meninggalkan duka mendalam. Tiga orang kehilangan nyawa akibat peristiwa ini, termasuk Samsu Alam, yang ditemukan tewas di dalam kamp perusahaan CV Surya Amindo Perkasa.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada Jumat, 3 Januari 2025. Menurut informasi yang dihimpun, air bah berasal dari penampungan air milik perusahaan tambang nikel, CV Putri Perdana, yang jebol akibat hujan deras. Lokasi penampungan yang berada di dataran tinggi membuat derasnya arus tak terhindarkan. Air bah langsung menyapu area lebih rendah, termasuk kamp perusahaan CV Surya Amindo Perkasa.
"Kami mendengar suara gemuruh, lalu air datang begitu cepat. Kami hanya bisa berlari," ujar salah satu karyawan yang berhasil selamat. Meski beberapa orang berhasil menyelamatkan diri, tiga nyawa melayang karena tak sempat menghindar.
Baca Juga: Skandal Lahan Bodong di Morut: PT. HNE Rugi Rp1,5 Miliar, Kasus Naik ke Penyidikan
Kerusakan akibat bencana ini cukup signifikan. Kamp perusahaan serta peralatan berat dilaporkan rusak parah. Tim penyelamat yang diterjunkan ke lokasi menemukan para korban di sekitar kamp. Samsu Alam menjadi salah satu korban yang berada di dalam kamp ketika air bah menerjang.
Pemerintah daerah langsung bergerak cepat dengan menurunkan tim evakuasi dan bantuan darurat. Namun, pertanyaan besar muncul tentang keamanan operasional perusahaan tambang di wilayah tersebut. Jebolnya penampungan air menjadi sorotan, terutama dalam kaitannya dengan potensi ancaman terhadap masyarakat di sekitar area tambang.
Selain itu, kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk memperhatikan pengelolaan lingkungan dan mitigasi risiko bencana. "Penanganan harus komprehensif, mulai dari regulasi hingga pengawasan," kata seorang pakar lingkungan setempat.
Sebagai langkah mitigasi ke depan, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan bencana. Masyarakat yang tinggal di dekat area tambang juga diharapkan ikut memantau kondisi lingkungan sekitar dan melaporkan jika ada potensi bahaya.
Dalam situasi ini, rasa solidaritas sangat dibutuhkan. Bantuan bagi korban yang selamat dan keluarga yang berduka menjadi prioritas. Pemulihan pasca-bencana, baik fisik maupun emosional, harus menjadi perhatian bersama.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday.
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.
Artikel Terkait
Demokrat Sulsel Sambut Positif, Dorong Revisi UU Pemilu Demi Keadilan Politik
Tak Ada Nakes di Puskesmas Touna, Pria Bersenjata Badik Luapkan Kekesalan
Geger di Gorontalo, Siswi SMK Ditemukan Meninggal Membusuk Tanpa Busana
Mantan Kades Buron Akhirnya Ditangkap, Modus Korupsi Rp350 Juta Terbongkar
Usut Tuntas, Permahi Mamuju Tuntut Penindakan Oknum Polisi Pelaku Kekerasan di Aspuri Mateng