• Kamis, 4 Juni 2026

Gaji Tertunda Picu Mogok: RSUD Scholoo Keyen Tutup Layanan

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 3 Februari 2025 | 15:19 WIB
Aksi mogok nakes di RSUD Scholoo Keyen karena gaji tertunda mengguncang pelayanan; tuntutan segera lunasi hak mereka.
Aksi mogok nakes di RSUD Scholoo Keyen karena gaji tertunda mengguncang pelayanan; tuntutan segera lunasi hak mereka.

Sulawesitoday - RSUD Scholoo Keyen Teminabuan, yang terletak di Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, didera situasi penuh gejolak pada Senin, 3 Februari 2025.

Pintu utama rumah sakit terkunci rapat, sementara sebuah ambulans terparkir di samping gedung utama. Keadaan ini terjadi akibat aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para tenaga kesehatan karena gaji Desember 2024 masih tertunda.

Para nakes menutup seluruh layanan sejak Sabtu malam, tepatnya pukul 22.00 WIT. Keputusan ini diambil setelah mereka menunggu pembayaran gaji yang seharusnya sudah cair.

Dokter Anestesi Viktor, yang berada di lokasi, menyampaikan, “Kami sudah menunggu terlalu lama. Gaji kami belum terbayar sehingga kami terpaksa menghentikan pelayanan.” Dua bulan gaji sebelumnya sempat tertunggak, namun pembayaran hanya dilakukan untuk bulan November 2024.

Apakah ini adil? Pertanyaan itu menggema di antara kalangan nakes yang merasa hak mereka diabaikan. Mereka pun menuntut agar seluruh tunggakan segera dilunasi oleh Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan.

Dengan penuh keprihatinan, mereka menyuarakan keinginan untuk kembali melayani masyarakat tanpa hambatan administrasi.

Di sisi lain, Direktur RSUD Scholoo Keyen, drg. Muhammad Alim Ihsan Pangeran, mengakui adanya masalah pada sistem pembayaran gaji.

“Kami telah melaporkan kejadian ini kepada pihak terkait dan berharap segera menemukan solusi,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang terdampak atas terganggunya layanan kesehatan. Menurutnya, masalah ini seharusnya tidak terjadi.

Langkah selanjutnya pun kini ditunggu-tunggu. Pihak rumah sakit bersama nakes menantikan respons cepat dari Pemkab Sorong Selatan agar pelayanan kembali normal.

Dalam kondisi genting seperti ini, waktu sangat berarti. Sementara itu, masyarakat harus menahan diri dan mencari alternatif untuk keperluan medis mendesak.

Baca Juga: Rawa TPA Antang Makassar Dihuni Buaya, Damkarmat Koordinasi dengan BKSDA

Tidak ada yang lebih menyentuh hati selain ketika hak-hak pekerja kesehatan terabaikan. Aksi mogok ini menjadi cermin akan pentingnya manajemen keuangan yang transparan dan tepat waktu, terutama bagi sektor kesehatan.

Bagaimana nasib pasien yang membutuhkan pertolongan? Pertanyaan itu menjadi peringatan bagi pihak berwenang untuk segera mengambil langkah nyata demi kepentingan bersama.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini