Sulawesitoday - Di Desa Bonne-Bonne, Kecamatan Mapilli, petugas Damkar Polewali Mandar menghadapi situasi yang tak terduga saat tiba di lokasi kebakaran. Senin, 3 Februari 2025, menjadi saksi insiden di mana salah satu armada Damkar dilempar batu oleh oknum warga.
Semua unit sudah siap sedia. Empat unit Damkar tiba untuk segera memadamkan kobaran api yang melahap sebuah rumah bertingkat yang juga difungsikan sebagai tempat berjualan.
Kebakaran itu menyebar dengan cepat. Warga Mapilli Polman pun panik melihat api menjalar dari atap hingga ke dapur dan area usaha.
Api yang awalnya hanya kecil, tiba-tiba menjelma menjadi kobaran besar. Petugas berusaha mencegah api merembet ke rumah-rumah sekitarnya.
Tak lama setelah tiba di lokasi, terjadi insiden mengejutkan. Satu unit petugas Damkar dilempar batu oleh seorang warga. Pelemparan itu terjadi secara tiba-tiba.
"Kami sedikit ada insiden, setibanya di lokasi ada armada Damkar dilempar warga, padahal kami sudah bergerak cepat," ujar Kepala Damkar Polman, Imran.
Imran menyatakan, meski situasi sudah sangat genting, timnya bekerja secepat kilat. Ia mengaku tidak memahami alasan pasti di balik aksi tersebut, namun menduga warga merasa tidak puas dengan respon awal tim pemadam kebakaran.
Mungkinkah kecepatan yang dirasa kurang menjadi pemicu?
Imran menambahkan, “Saya minta kepada warga untuk berpikiran sehat, karena kami sudah berupaya ke lokasi dengan kecepatan tinggi.” Untungnya, insiden pelemparan itu hanya terjadi sekali. Tak ada kerusakan berarti pada mobil kebakaran.
Respons cepat dan koordinasi yang baik menunjukkan profesionalisme petugas Damkar, meskipun diwarnai oleh momen tegang dari warga.
Kebakaran yang melanda rumah dua tingkat di kawasan padat penduduk itu telah menimbulkan kecemasan di antara warga. Pihak kepolisian dan petugas Damkar terus mengumpulkan data guna memahami insiden ini secara menyeluruh.
Situasi ini menjadi cermin bahwa dalam keadaan darurat, komunikasi antara petugas dan masyarakat harus dijaga. Setiap detik sangat berharga ketika nyawa dan harta benda dipertaruhkan.
Insiden ini mengingatkan kita: apakah kita sudah cukup mendukung tim pahlawan tanpa tanda jasa ini? Harapan agar masyarakat selalu memberi ruang bagi profesionalisme petugas Damkar Polewali Mandar harus terus digalakkan.
Artikel Terkait
Rawa TPA Antang Makassar Dihuni Buaya, Damkarmat Koordinasi dengan BKSDA
Gaji Tertunda Picu Mogok: RSUD Scholoo Keyen Tutup Layanan
Modus Calo Pendaftaran Taruna Akpol di Makassar Bikin Geger, Kerugian Rp4,9 Miliar
Lima Polisi Jadi Tersangka Kematian Tahanan di Kota Palu: Penyelidikan Berjalan, Keadilan Ditagih
Demo Honorer Palopo Meletus, Tuntutan Menjadi PPPK Penuh Waktu dan Gaji Setara UMP Menggema di Depan DPRD Kota