• Kamis, 4 Juni 2026

400 Ribu Guru Batal Ikut Sertifikasi Imbas Efisiensi Dana Pendidikan, Bagaimana Dampaknya di Sulteng

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Sabtu, 15 Februari 2025 | 19:34 WIB
Efisiensi anggaran bikin 400 ribu guru batal ikut sertifikasi. Meski kuota turun, tunjangan sertifikasi guru di Sulteng tetap dijamin demi kesejahteraan pendidik.
Efisiensi anggaran bikin 400 ribu guru batal ikut sertifikasi. Meski kuota turun, tunjangan sertifikasi guru di Sulteng tetap dijamin demi kesejahteraan pendidik.

Sulawesitoday - Banyak guru di Indonesia khususnya di Sulteng kini harus rela menunda impian mendapatkan sertifikasi. Guru Batal Ikut Sertifikasi sudah menjadi kenyataan yang menyisakan kekecewaan mendalam.

Kabar ini datang di tengah suasana harapan yang tadinya tinggi. Efisiensi anggaran pendidikan memaksa pemerintah memangkas kuota sertifikasi secara drastis.

Awalnya, lebih dari 800 ribu pendidik dijadwalkan mengikuti program sertifikasi. Kini, hanya sekitar 400 ribu guru yang mendapat kesempatan itu.

Keputusan ini merupakan dampak langsung dari upaya efisiensi belanja negara. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 mendorong pemangkasan anggaran demi stabilitas fiskal.

Langkah tersebut memaksa pihak terkait melakukan penyesuaian besar-besaran. Anggaran pendidikan turun tajam dan memicu pengurangan program sertifikasi.

Di Sulawesi Tengah, situasi terasa semakin nyata. Para guru di daerah ini menghadapi kenyataan pahit karena Guru Batal Ikut Sertifikasi.

Meski demikian, ada secercah harapan di tengah keterbatasan dana. Pemerintah memastikan tunjangan sertifikasi guru di Indonesia dan khsusunya di Sulteng tetap menjadi prioritas utama.

Tunjangan bagi guru non-ASN mengalami kenaikan signifikan. Kebijakan ini memberikan jaminan agar para pendidik tetap semangat berkarya meski sertifikasi harus tertunda.

Berikut beberapa poin penting kebijakan efisiensi:

  • Kuota peserta sertifikasi terpangkas setengah.
  • Anggaran pendidikan menurun drastis.

Pemerintah juga mengalokasikan dana untuk mendukung program beasiswa di daerah tertinggal. Inisiatif ini dimaksudkan agar akses pendidikan tetap merata.

Komitmen untuk menjaga kesejahteraan guru tidak tergoyahkan. Tunjangan sertifikasi guru menjadi salah satu upaya nyata menjaga moral pendidik.

Tak sedikit pula suara dari lapangan yang menyuarakan keprihatinan. Banyak guru mengeluhkan kesempatan yang terbuang karena kebijakan ini.

Baca Juga: Pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru 2025 di Sulteng Dipercepat dengan Direct Transfer, Kini Lebih Terjamin

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa efisiensi adalah langkah strategis. Menurutnya, penghematan anggaran merupakan tantangan dalam menjaga kualitas pendidikan.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini