Sulawesitoday - Hari belum benar-benar malam ketika dentuman keras memecah keheningan di sepanjang Jalan RE Martadinata, Tondo, Jumat (30/5). Sebuah truk kontainer 20 kaki dengan nomor polisi DN 8975 BU meluncur tak terkendali dan menghantam sebuah lapak tas milik warga.
Warga sempat mengira suara ledakan. Tapi yang mereka lihat kemudian adalah bayangan besar sebuah truk milik PT Pelindo Terminal Petikemas terhenti dengan moncong mengarah ke reruntuhan lapak. Tidak ada muatan di dalam kontainer. Tapi bobot kosongnya saja cukup untuk meratakan dinding kios.
Harun, sang sopir, turun dengan keringat dingin. “Saya tadi hindari mobil dari depan. Pas belok kiri, kontainer nyangkut di dahan pohon. Langsung lepas kendali,” ucapnya. Ia mengaku rem dalam kondisi baik. Tapi pohon tua di pinggir jalan itu ternyata lebih sigap menjegal.
Truk itu sedang menuju Pelabuhan Pantoloan dari arah Karajalembah. Perjalanan mestinya lancar. Tapi lintasan kota selalu punya cerita lain — dan kali ini, lapak tas itu yang jadi korban.
Tidak ada korban jiwa. Tapi serpihan papan, logam ringan, dan tas-tas berserakan jadi saksi bagaimana sebuah kelengahan bisa berubah jadi bencana kecil.
Baca Juga: 5 Orang Tewas saat Tambang Rakyat Batu Alam di Cirebon Longsor
Polisi cepat datang. Lalu lintas ditata ulang. Warga mulai berkerumun, sebagian mengabadikan sisa insiden lewat ponsel. Pemilik kios terlihat bingung, sementara Harun masih menelpon atasannya.
Dan dahan pohon itu? Tetap berdiri. Diam. Seperti tahu, bahwa hari ini, ia bukan sekadar pelengkap trotoar, melainkan pemicu drama di sebuah sore akhir Mei.