berita

Erdogan dan Putin Satukan Suara: Desak Gencatan Senjata di Timur Tengah, Kecam Israel-Iran

Rabu, 18 Juni 2025 | 12:23 WIB
Erdogan dan Putin sepakat desak Israel-Iran akhiri konflik. Kecaman atas ancaman regional dan tawaran mediasi Turkiye jadi sorotan utama.

Sulawesitoday - Pada Senin, 16 Juni 2025, sebuah benang merah diplomasi terentang dari Ankara hingga Moskow. Dua presiden dengan pengaruh kuat di panggung global, Recep Tayyip Erdogan dari Turkiye dan Vladimir Putin dari Rusia, menggelar percakapan telepon yang mendesak.

Topik panasnya? Tak lain adalah gejolak konflik antara Israel dan Iran, yang dikhawatirkan menyeret Timur Tengah ke dalam pusaran kekerasan tak berujung. Keduanya sepakat, perang harus segera usai, dan meja perundingan adalah satu-satunya jalan.

Menurut kabar yang berseliweran dari Hurriyet Daily News, juga dikunci oleh pernyataan resmi Kremlin, Erdogan tak segan melayangkan kritik tajam. Aksi militer Israel, menurutnya, bukan lagi riak kecil, melainkan ancaman telanjang bagi stabilitas kawasan.

"Spiral kekerasan yang berhulu dari serangan Israel terhadap Iran," ujar Erdogan, "telah membahayakan keamanan seantero kawasan." Kata-katanya menohok, menunjuk pada Pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang dianggap "tak patuh hukum" dan "menjadi ancaman serius terhadap sistem internasional" yang sudah rapuh.

Dalam percakapan itu pula, Erdogan menegaskan kesediaan Turkiye untuk menjadi penengah, menawarkan jembatan dialog guna meredakan api konflik, bahkan menyinggung program nuklir Iran yang selalu menjadi duri dalam daging.

Tak mau kalah, Kremlin pun angkat bicara, mengamini setiap detil pembicaraan. "Para pemimpin menyerukan permusuhan segera diakhiri dan menyelesaikan masalah-masalah yang diperdebatkan, termasuk yang terkait dengan program nuklir Iran secara eksklusif melalui cara-cara politik dan diplomatik," demikian bunyi titah dari Istana Kepresidenan Rusia.

Baca Juga: Konflik Kian Panas, Studio TV Iran Jadi Korban Serangan Simbolis Israel

Percakapan ini bukan sekadar basa-basi diplomatik. Ia adalah penanda penting, bahwa dua raksasa regional ini mulai bergerak. Seruan gencatan senjata yang mengalir dari Turkiye dan Rusia laksana gelombang yang menambah tekanan berat bagi Israel dan Iran.

Diharapkan, gesekan yang nyaris memicu perang kawasan lebih luas ini bisa segera menemukan titik henti. Mungkin inilah awal dari ketenangan yang dicari di tengah badai Timur Tengah.

Tags

Terkini