berita

Cak Imin Kirim Surat Resmi ke Tiga Menteri, Minta Taubatan Nasuha Kebijakan Lingkungan

Selasa, 2 Desember 2025 | 18:41 WIB
Cak Imin kirim surat resmi ke 3 menteri. Minta taubatan nasuha kebijakan lingkungan usai bencana Sumatera. Evaluasi total dimulai

Sulawesitoday - Muhaimin Iskandar bertindak cepat. Menko Pemberdayaan Masyarakat itu langsung mengirim surat. Tiga menteri jadi sasaran. Raja Juli Antoni, Bahlil Lahadalia, dan Hanif Faisol Nurrofiq. Ketiganya diminta evaluasi total. Topiknya: kebijakan lingkungan yang berujung bencana.

Langkah ini diambil Senin, 1 Desember 2025. Lokasinya di Bandung. Cak Imin—begitu ia disapa—bicara tegas. "Hari ini saya berkirim surat," katanya lantang. "Ke Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup. Untuk bersama-sama evaluasi total seluruh kebijakan."

Banjir bandang dan longsor di Sumatera jadi pemicunya. Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Aceh lumpuh. Ribuan warga terdampak langsung. Ratusan rumah hancur berantakan. Korban jiwa terus bertambah. Akses jalan putus total. Wilayah terisolasi berhari-hari lamanya.

  • Apa Maksud "Taubatan Nasuha" yang Dimaksud Cak Imin?

Frasa itu muncul dari mulut Cak Imin. "Kalau bahasa NU-nya taubatan nasuha," ujarnya. Istilah Arab ini bermakna mendalam. Pertaubatan total, sungguh-sungguh, tanpa kompromi. Dalam konteks kebijakan: koreksi menyeluruh atas kesalahan masa lalu.

Bukan sekadar evaluasi biasa. Bukan pula janji kosong sesaat. Cak Imin menuntut perubahan fundamental. Mulai dari pengelolaan hutan yang amburadul. Tata ruang yang diabaikan puluhan tahun. Eksploitasi sumber daya alam tanpa perhitungan matang. Hingga mitigasi bencana yang hampir nihil.

"Ancaman bencana itu ada di depan mata kita," tegasnya. "Akibat dua hal. Yang pertama lingkungan kita yang kritis akibat kesalahan kita sendiri." Bahasa diplomatis memang. Tapi kritiknya tajam menusuk. Pemerintah—termasuk ia sendiri—harus bertanggung jawab penuh.

Surat resmi itu bukan simbol belaka. Cak Imin ingin aksi konkrit. Ketiga menteri diminta berkoordinasi ketat. Menyusun roadmap perbaikan jangka panjang. Tidak boleh setengah-setengah lagi kali ini.

  • Mengapa Evaluasi Total Menjadi Keharusan Mendesak?

Pertanyaannya sederhana sebenarnya. Mengapa baru sekarang? Mengapa tidak dari dulu? Cak Imin paham keresahan ini. Ia lantas memberikan jawaban gamblang. "Yang kedua perencanaan dan antisipasi yang rendah dari kita semua sebagai bangsa," jelasnya.

Dua faktor itu saling berkelindan. Lingkungan rusak karena kelalaian. Perencanaan minim karena kepedulian rendah. Hasilnya? Bencana datang bertubi-tubi. Prediksi cuaca diabaikan mentah-mentah. Sistem peringatan dini tak optimal. Evakuasi terlambat dilaksanakan.

Cak Imin menilai, langkah evaluasi bukan respons sesaat. Harus berupa perubahan kebijakan menyeluruh. Agar bencana tidak terus berulang. "Ini bukan soal siapa yang salah," katanya dengan nada lebih lunak. "Tapi bagaimana kita memperbaiki sistem yang sudah lama rapuh."

Selama bertahun-tahun, kawasan resapan air dikonversi sembarangan. Hutan dialihfungsikan menjadi perkebunan besar. Tambang dibuka di lokasi kritis. Izin diterbitkan tanpa kajian lingkungan memadai. Semua demi pertumbuhan ekonomi jangka pendek. Ekologi wilayah? Terabaikan total.

Kini akumulasinya terlihat jelas. Tanah longsor makin masif. Banjir bandang makin sering. Infrastruktur tidak mampu menahan derasnya air. Daya dukung alam sudah melampaui batas. Sumatera hari ini adalah cerminan Indonesia besok. Jika tak segera berbenah.

  • Seberapa Parah Bencana yang Melanda Sumatera?

Angka-angka bicara lebih keras. Sejak akhir November 2025, tiga provinsi porak-poranda. Ratusan orang dinyatakan meninggal dunia. Ribuan warga mengungsi ke tempat aman. Sebagian masih terjebak di area terisolasi. Bantuan logistik sulit masuk medan berat.

Basarnas dan BNPB sudah mengerahkan personel. Peralatan berat didatangkan ke lokasi. Operasi penyelamatan terus berlangsung siang-malam. Namun tantangannya luar biasa besar. Cuaca buruk menghambat evakuasi udara. Jalur darat terputus di mana-mana.

Halaman:

Tags

Terkini