Mungkin inilah yang membuat video-video seperti ini viral. Bukan karena sensasional. Bukan karena dramatis. Tapi karena murni. Karena mengingatkan kita pada sesuatu yang hampir terlupakan.
Bahwa di tengah bencana, masih ada cahaya. Datang dari tempat yang paling tak terduga. Dari tangan anak kecil. Yang memegang setengah karung rambutan. Dan hati yang penuh.
Kisah ini menampar kita yang jauh dari bencana. Yang punya lebih banyak. Tapi mungkin berbagi lebih sedikit. Pertanyaannya sederhana: jika mereka yang kehilangan segalanya masih bisa memberi, apa alasan kita untuk pelit?
Jawabannya, silakan cari sendiri.
Baca Juga: Krisis Gas LPG di Takengon, Warga Berburu Kayu Hanyut di Sungai untuk Nyalakan Dapur