berita

Titah Megawati, Kader Adalah Pandu Bukan Perusak Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:53 WIB
Megawati Soekarnoputri menuntut kader PDIP menjadi penjaga ekologi dan pejuang moral, sembari mengecam keras intervensi AS di Venezuela.

Sulawesitoday - Di panggung megah itu, Megawati memilih narasi yang sunyi. Ia bicara tentang tanah, air, dan juga etika berpolitik.

Ketua Umum PDIP ini memberi peringatan yang sangat keras. Kader dilarang menjadi bagian dari sistem yang merusak alam.

Instruksi ini bergema kuat pada pembukaan Rakernas I 2026. Acara tersebut berlangsung di Beach City International Stadium, Jakarta.

Megawati menuntut transformasi peran kader secara sangat mendasar. Mereka harus menjadi "Pandu Ibu Pertiwi" bagi rakyat Indonesia.

"Kader tak boleh jadi bagian penderitaan rakyat," tegasnya lugas. Kalimat itu menjadi garis batas moral bagi seluruh kader.

Sebagai Pandu, mereka wajib menjaga keseimbangan ekologi yang rapuh. Pembangunan tidak boleh mengorbankan kelestarian bumi demi kepentingan sesaat.

Megawati mengaitkan instruksi ini dengan nilai luhur Tri Hita Karana. Filosofi Bali itu bersanding dengan Memayu Hayuning Bawana Jawa.

Baginya, politik tanpa dimensi moral akan menjauh dari rakyat. Jabatan dan popularitas bukan tujuan utama bagi pejuang sejati.

"Sejarah akan bertanya: di pihak siapa kalian berdiri?" ucapnya. Pertanyaan ini menggugat nurani ribuan kader yang hadir di sana.

Suasana semakin memanas saat Megawati menoleh ke kancah global. Ia mengecam intervensi militer Amerika Serikat di negara Venezuela.

Secara spesifik, ia menyoroti penculikan Presiden Nicolás Maduro baru-baru ini. Tindakan tersebut ia nilai mencederai hukum internasional secara berat.

"Ini wujud neokolonialisme dan imperialisme modern," kata Megawati tegas. Ia menolak dominasi kekuatan asing atas kedaulatan bangsa lain.

PDI Perjuangan secara resmi menyerukan penyelesaian konflik melalui diplomasi. Demokrasi dianggap tidak akan pernah lahir dari moncong senjata.

Di akhir pidato, Megawati memberikan penghargaan kehormatan "Leit Star". Enam tokoh senior partai naik ke atas panggung utama.

Halaman:

Tags

Terkini