• Selasa, 21 Juli 2026

Riwayat Bocor di Dark Web, Mengapa Belasan Juta Data Pengguna Instagram Kini Dijual Murah?

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Minggu, 11 Januari 2026 | 14:21 WIB
Sebanyak 17,5 juta data pribadi pengguna Instagram bocor di dark web. Diduga akibat celah API lama. Waspadai notifikasi reset password.
Sebanyak 17,5 juta data pribadi pengguna Instagram bocor di dark web. Diduga akibat celah API lama. Waspadai notifikasi reset password.

Sulawesitoday - Gelombang notifikasi permintaan pengaturan ulang kata sandi tiba-tiba membanjiri kotak masuk pengguna Instagram. Fenomena ini bukan sekadar gangguan teknis biasa pada awal tahun ini.

Di balik layar, sebuah ancaman siber yang lebih masif sedang mengintai. Malwarebytes baru saja mengonfirmasi temuan yang cukup menggetarkan publik.

Sebanyak 17,5 juta informasi pribadi pengguna dilaporkan bocor. Data sensitif ini kini beredar luas di lorong-lorong gelap dark web.

Laporan yang dikutip dari Engadget menyebutkan cakupan datanya sangat mengkhawatirkan. Identitas yang terungkap bukan hanya nama pengguna atau alamat surel saja.

Alamat tempat tinggal dan nomor telepon kini berada di tangan peretas. Transaksi ilegal atas data ini memicu risiko kejahatan digital akut.

Malwarebytes mendeteksi kebocoran ini melalui pemantauan rutin terhadap aktivitas pasar gelap. Mereka menduga ada kaitan dengan celah keamanan lama.

Celah pada Application Programming Interface (API) tahun 2024 kembali disorot. Sistem tersebut diduga gagal menutup lubang yang kini dieksploitasi kembali.

Banyak pengguna melaporkan adanya aktivitas mencurigakan pada akun mereka. Email permintaan reset password berulang menjadi indikasi adanya upaya peretasan.

Analis keamanan memperingatkan potensi serangan lanjutan yang lebih berbahaya. Modus penipuan daring hingga pengambilalihan akun secara ilegal kian nyata.

Hingga laporan ini diturunkan, Meta masih memilih untuk bungkam seribu bahasa. Belum ada pernyataan resmi mengenai langkah mitigasi dari perusahaan induk itu.

Sikap diam ini justru memperpanjang catatan kelam keamanan data Meta. Publik kini dituntut untuk lebih waspada menjaga kedaulatan data mandiri.

Aktivasi verifikasi dua langkah menjadi benteng terakhir yang sangat krusial. Pengguna juga disarankan memeriksa daftar perangkat yang terhubung secara berkala.

Langkah preventif ini setidaknya memperlambat gerak para pemburu data digital. Di tengah sistem yang rapuh, kewaspadaan adalah kunci utama bertahan.

Baca Juga: Lempeng Maluku Bergeser, Gempa Dangkal M7,1 Guncang Sulawesi Utara

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini