berita

Viral Sebut Warga Rakyat Jelata Kurang Bersyukur, Petugas Makan Bergizi Gratis Dipecat

Senin, 16 Maret 2026 | 20:43 WIB
Nasib malang menimpa petugas SPPG Purbalingga. Usai sebut warga "rakyat jelata" di status WhatsApp, ia resmi diberhentikan. Simak kronologi lengkapnya.

Sulawesitoday - Dunia media sosial memang kejam. Sedikit saja jempol terpeleset, urusannya bisa panjang. Sampai ke urusan perut dan mata pencaharian.

Hari Senin kemarin, 16 Maret 2026, jagat digital di Purbalingga mendadak panas. Pemicunya sederhana: sebuah unggahan status WhatsApp. Di sana terlihat foto sejumlah petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sedang asyik peregangan. Mau olahraga.

Masalahnya bukan di fotonya. Tapi di tulisan pengiringnya. Kalimatnya tajam sekali: “Peregangan sik (dulu), sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur.”

Prahara "Rakyat Jelata"

Kata "rakyat jelata" itulah yang menjadi sumbu ledak. Begitu akun Instagram @info_purbalinga mengunggah tangkapan layar tersebut, netizen langsung menyerbu. Mereka meradang. Marah besar.

Wajar jika publik tersinggung. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini program besar. Dananya dari mana? Ya dari pajak. Pajak yang dibayar oleh orang-orang yang disebut "rakyat jelata" itu.

Komentar pedas pun berhamburan. Ada yang mengingatkan soal profesionalitas. Ada yang menyindir balik soal sumber gaji.

“Kalian harusnya bersyukur dapat kerjaan, kalau MBG stop, kalian sudah tidak dapat gaji dari pajak rakyat lagi,” tulis salah satu akun di kolom komentar.

Ada juga yang lebih substantif. Mengingatkan bahwa kritik adalah bagian dari evaluasi pelayanan publik. Bukan dianggap sebagai angin lalu dari orang-orang yang dianggap tidak bersyukur.

Permintaan Maaf dan Konsekuensi

Hukum alam media sosial berlaku: viral, dihujat, lalu minta maaf.

Tak butuh waktu lama, muncul video klarifikasi. Pelakunya seorang wanita bernama Diah Fatmiasih. Wajahnya tampak menyesal. Di depan kamera, ia mengakui kekhilafannya.

“Dengan ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh penerima manfaat MBG dan masyarakat luas atas pernyataan saya yang menyebut penerima manfaat sebagai rakyat jelata,” ucapnya dengan nada lirih.

Ia mencoba menegaskan bahwa itu adalah opini pribadi. Tidak ada sangkut pautnya dengan institusi atau dapur MBG tempatnya bekerja. Ia bahkan menyatakan siap menerima sanksi apa pun.

Halaman:

Tags

Terkini