Sulawesitoday - Presiden Prabowo Subianto rupanya tidak mau main-main. Kali ini urusannya soal serangan terhadap Andrie Yunus, aktivis Kontras yang wajah dan tubuhnya disiram air keras itu.
Perintahnya tegas: usut tuntas. Tanpa tapi.
Maka, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun langsung pasang badan. Di Surabaya, Minggu kemarin, sang Jenderal tampak serius. Perintah itu bukan sekadar arahan lisan di lorong istana, tapi sebuah instruksi langsung yang punya bobot politik dan hukum yang besar.
"Saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas," tegas Kapolri.
Caranya? Tidak boleh asal tangkap. Tidak boleh sekadar mengandalkan "katanya" atau pengakuan sepihak. Zaman sudah berubah. Polisi harus pakai cara modern: Scientific Crime Investigation.
Itu istilah keren untuk penyidikan berbasis ilmu pengetahuan. Jadi, laboratorium forensik akan bekerja keras. Tes DNA dilakukan. Jejak digital dilacak. Kedokteran forensik berbicara. Singkatnya, bukti fisik yang harus bicara, bukan sekadar urusan telunjuk saksi.
"Langkah-langkah yang kita lakukan tetap mengedepankan scientific crime investigation," tambah Listyo.
Perburuan Jejak Digital
Polri sekarang sedang sibuk. Sangat sibuk. Tim di lapangan sedang mengumpulkan informasi satu per satu. Pendalamannya dilakukan dengan teliti. Bahkan, Polri sampai membuka Posko Pengaduan. Tujuannya jelas: agar masyarakat yang tahu sesuatu tidak takut untuk bicara.
Ada jaminan keamanan bagi siapa saja yang mau membantu.
"Nanti akan kita bimbing. Yang jelas seluruh informasi yang diberikan oleh masyarakat, kita akan memberikan jaminan perlindungan," ujar Kapolri meyakinkan.
Sejauh ini, rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian di Jakarta Pusat sudah dikantongi. Di zaman sekarang, pelarian kriminal memang semakin sempit ruang geraknya oleh lensa kamera yang ada di mana-mana. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, menyebut timnya sedang memelototi setiap frame rekaman tersebut.
"Harapannya dapat teridentifikasi segera," kata Irjen Isir.
Dua saksi sudah diperiksa. Bukti digital terus dianalisis. Semua mata tertuju pada kasus ini karena korban—Andrie Yunus—mengalami luka bakar hingga 24 persen di tubuhnya. Itu luka yang sangat serius. Luka yang bukan hanya menyakitkan secara fisik, tapi juga melukai rasa keadilan publik.
Artikel Terkait
Hindari Lubang Maut di Desa Posona, Nyawa Pengendara Nmax Melayang Usai Tabrakan
Talang Jumbo Tak Dibawa, Kasus Tambang Emas Ilegal Karya Mandiri Mandek di Kejari Parimo
Tanah Mamuju Mengandung Uranium Tinggi, Paparan Radiasinya 9 Kali Lipat Global
Jangan Tunggu Sakit! Ini 3 Cara Cek Status BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak
Jangan Biarkan WiFi Bobol! Ini 12 Cara Praktis Ganti Password WiFi Lewat HP