• Selasa, 21 Juli 2026

Hindari Lubang Maut di Desa Posona, Nyawa Pengendara Nmax Melayang Usai Tabrakan

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Minggu, 15 Maret 2026 | 17:56 WIB
Kecelakaan maut di Jalan Trans Sulawesi, Kasimbar: Pengendara Nmax tewas usai tabrakan dengan Avanza saat sama-sama menghindari lubang jalan rusak.
Kecelakaan maut di Jalan Trans Sulawesi, Kasimbar: Pengendara Nmax tewas usai tabrakan dengan Avanza saat sama-sama menghindari lubang jalan rusak.

Sulawesitoday - Jalan Trans Sulawesi itu kembali meminta tumbal. Kali ini di Desa Posona, Kecamatan Kasimbar, Parigi Moutong. Kejadiannya pagi sekali, pukul 08.00 WITA. Saat matahari baru saja mau menghangatkan aspal, maut justru menjemput di sana.

Penyebabnya klasik tapi fatal: lubang jalan.

Minggu pagi 15 Maret 2026, sebuah Toyota Avanza hitam meluncur dari arah selatan. Pengemudinya Ridwan Sambayang, seorang PNS asal Kelurahan Masigi. Dari arah berlawanan, muncul Yamaha Nmax yang dikendarai Mulfadianti, seorang honorer asal Kasimbar.

Di satu titik di Desa Posona, aspal tidak lagi mulus. Ada lubang yang menganga. Secara naluriah, kedua pengemudi tentu ingin menghindar. Tak ada yang mau kendaraannya menghantam lubang. Namun, manuver itu terjadi hampir bersamaan.

Brak! Benturan tak terelakkan.

"Kecelakaan terjadi sangat cepat saat kedua kendaraan sama-sama menghindari lubang," ujar Mahmud, warga setempat yang menjadi saksi mata di lokasi.

Avanza itu kokoh, tapi motor Nmax tidak punya pelindung. Tubuh Mulfadianti terpental. Jauh. Sekitar lima meter hingga masuk ke semak-semak di pinggir jalan.

Luka-lukanya sangat berat. Ada robekan di pelipis, patah tangan, hingga pendarahan hebat. Nyawanya tak tertolong. Ia mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian. Sementara itu, pengemudi Avanza selamat tanpa luka fisik yang berarti.

Pelajaran dari Aspal Rusak

Polisi segera turun tangan. Kapolsek Kasimbar, IPDA Komang Sukania, langsung mengerahkan personelnya ke TKP. Barang bukti diamankan, olah tempat kejadian perkara dilakukan.

“Anggota kami langsung mendatangi tempat kejadian perkara untuk mengecek kondisi korban serta mengamankan barang bukti,” jelas Kapolsek.

Hitungan sementara, kerugian materiil mencapai Rp10 juta. Tapi tentu, nyawa manusia tak bisa dihitung dengan angka-angka.

Kapolsek pun tak bosan-bosan mengingatkan. Jalanan yang rusak menuntut kewaspadaan berkali lipat. Kecepatan harus dikurangi, fokus jangan sampai terbagi.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengendara agar selalu berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melintas di jalan yang rusak,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini