• Senin, 20 Juli 2026

Tanah Mamuju Mengandung Uranium Tinggi, Paparan Radiasinya 9 Kali Lipat Global

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Minggu, 15 Maret 2026 | 21:03 WIB
Kandungan uranium dan thorium yang sangat tinggi di bawah tanah Mamuju memicu radiasi alam 9 kali lipat rata-rata dunia. BRIN ungkap potensi risetnya.
Kandungan uranium dan thorium yang sangat tinggi di bawah tanah Mamuju memicu radiasi alam 9 kali lipat rata-rata dunia. BRIN ungkap potensi risetnya.

Sulawesitoday - Tepatnya dari UNSCEAR. Komite ilmiah bentukan PBB yang urusannya radiasi atom. Laporan itu baru saja terbit: Annex B 2024. Isinya mengejutkan, tapi bagi orang nuklir di Indonesia, ini data lama yang akhirnya diakui dunia.

Nama daerahnya: Mamuju. Ibu kota Sulawesi Barat.

Di sana, alamnya luar biasa. Bukan hanya pemandangannya, tapi "isi" tanahnya. Mamuju tercatat sebagai salah satu wilayah dengan radiasi alam tertinggi di dunia. Istilah kerennya: High Natural Background Radiation Areas (HNBRA).

Berapa tingginya?

Dunia rata-rata hanya menerima paparan 3 milisievert (mSv) per tahun. Di Mamuju, angkanya melonjak sampai 27 mSv. Sembilan kali lipat.

Penyebabnya bukan bocoran pabrik. Bukan pula kiriman limbah. Ini asli dari Tuhan. Dari tanah. Di dalam perut bumi Mamuju, kandungan Uranium dan Thorium-nya sangat pekat.

Data BRIN menyebutkan, konsentrasi Uranium-238 dan Thorium-232 di sana bisa menembus angka 1.000 Bq/kg. Padahal, rata-rata dunia itu hanya main di angka 30-an sampai 45-an saja. Jauh sekali bedanya.

Radon dan Rumah Panggung

Selain tanah, ada lagi gas yang namanya Radon. Gas ini keluar dari pori-pori bumi. Di Mamuju, rata-rata Radon di udara terbuka mencapai 290 Bq/m³.

Biasanya, kalau Radon tinggi, orang akan khawatir saat masuk ke dalam rumah. Takut gasnya terjebak di dalam ruangan. Tapi masyarakat Mamuju punya "penangkal" alami: arsitektur.

Rumah-rumah tradisional di sana punya ventilasi yang jempolan. Banyak rumah panggung. Udara mengalir bebas. Sirkulasi itulah yang membuat gas Radon tidak menumpuk di dalam kamar. Alam yang memberi radiasi, kearifan lokal yang menetralisirnya.

Laboratorium Alam

Bagi ilmuwan seperti Nur Rahmah Hidayati dari BRIN, Mamuju bukan daerah yang harus ditakuti. Justru sebaliknya. Ini adalah "laboratorium raksasa" pemberian alam.

Dunia sangat berkepentingan dengan Mamuju. Para ahli ingin tahu: bagaimana dampak paparan radiasi rendah dalam jangka waktu yang sangat lama terhadap manusia? Warga di sana sudah hidup turun-temurun. Sehat-sehat saja.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini