Nasib Akhir di SPPG
Sanksi itu pun datang lebih cepat dari dugaan. Di hari yang sama, beredar tangkapan layar percakapan yang menyebutkan nasib sang pengunggah status.
Diah tidak lagi menjadi bagian dari tim.
“Untuk tindak lanjutnya, beliau diberikan sanksi diberhentikan menjadi relawan SPPG,” bunyi pesan singkat yang beredar di akun @infopurbalingga.id.
Begitulah. Niatnya hanya bercanda atau sekadar pamer kegiatan sebelum kerja, malah berakhir dengan pemberhentian. Sebuah pelajaran mahal bagi siapa saja yang bekerja di sektor pelayanan publik.
Di zaman sekarang, rakyat bukan lagi obyek yang diam. Mereka punya mata, punya telinga, dan punya jempol untuk membalas ucapan yang dianggap merendahkan.
Terutama jika ucapan itu keluar dari mereka yang makannya dibiayai oleh pajak.
Bukan Sekadar Kenyang, SPPG Tammerodo Jaga Mutu MBG untuk Siswa di Tammerodo Sendana