Sulawesitoday - Ini hari pertama kerja setelah libur Idulfitri. Hari untuk membuang jauh-jauh rasa malas sisa mudik.
Bupati Andi Achmad Syukri Tammalele dan Wakil Bupati Andi Ritamariani Basharoe tidak ingin membuang waktu. Keduanya berdiri di depan. Memimpin apel gabungan. Tujuannya satu: akselerasi.
Fokus pada Dampak, Bukan Sekadar Absensi
Bagi Pemkab Majene, disiplin saja tidak cukup. Masuk kantor tepat waktu itu wajib, tapi menghasilkan kinerja nyata itu mutlak. Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta segera tancap gas.
Masyarakat tidak butuh laporan di atas kertas. Masyarakat butuh pelayanan yang cepat, tepat, dan profesional. Harapan publik sudah menumpuk di meja-meja birokrasi.
“Momentum ini harus kita manfaatkan untuk bergerak lebih cepat. Program yang sudah direncanakan harus segera direalisasikan agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tegas Bupati Andi Achmad Syukri.
Sinergi Tanpa Sekat
Wakil Bupati Andi Ritamariani punya pandangan serupa. Baginya, tantangan pelayanan publik ke depan tidak bisa dihadapi sendirian. Ego sektoral harus dikubur bersama sisa-sisa kulit ketupat lebaran.
Kolaborasi antarsektor menjadi kata kunci. Itulah mengapa barisan apel pagi itu begitu beragam. Ada dari Setda, Diskominfo, Bapenda, hingga Satpol PP dan Disdukcapil. Semuanya harus menjadi satu mesin yang padu.
“Kolaborasi menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan pelayanan publik ke depan,” ujar Andi Ritamariani di sela-sela arahan strategisnya.
Penutup yang Hangat
Acara formal itu tidak berakhir kaku. Setelah arahan selesai, suasana cair seketika. Ada tradisi yang tidak boleh hilang: halalbihalal. Pimpinan daerah dan ASN saling bersalaman.
Ada keakraban di sana. Ada simbol kebersamaan. Menjadi energi baru untuk memulai tugas-tugas pemerintahan yang sudah menunggu di depan mata.
Bupati Majene Larut dalam Doa 40 Hari Ibunda Ketua Komisi II, Simbol Harmonisasi Daerah