Sulawesitoday - Kerusakan lingkungan di kawasan pesisir dan perbukitan Teluk terbongkar secara dramatis lewat rekaman video udara aktivitas olahraga paralayang.
"Izinkan kami untuk bernapas," ujar akun @an.fahrii dalam kolom komentar unggahan akun Instagram @ma.to_sale pada Minggu, 31 Mei 2026.
Baca Juga: Badan Gizi Nasional Jajaki Program Makan Gratis di Sekolah Indonesia Jeddah Arab Saudi
Video viral ini memperlihatkan bentangan alam yang kini berubah warna menjadi abu-abu pekat dengan jalur kendaraan yang membelah lereng bukit.
Banyak warga sekitar baru menyadari tingkat keparahan kerusakan wilayah mereka setelah melihat rekaman dari ketinggian media sosial.
Debu tebal mengotori udara dan material lumpur dari bukit gundul selalu mengancam pemukiman warga setiap kali musim hujan tiba.
"Sampai jadi debu tapi ini debunya kebanyakan," tulis pembuat video dalam narasi unggahan yang memicu perdebatan luas di internet.
Baca Juga: Parigi Moutong Bidik Status Proyek Strategis Nasional Lewat Komoditas Unggulan
Sebagian masyarakat menilai pengerukan bukit ini penting untuk menggerakkan roda ekonomi dan mempercepat pembangunan infrastruktur daerah.
Namun kelompok warga lain menuntut pemerintah segera membatasi aktivitas eksploitasi alam demi keselamatan generasi masa depan.