Proyek pengadaan dapur makanan gratis diduga menjadi ladang haram komodifikasi jabatan.
Modus operandi ini terkuak setelah puluhan warga melaporkan aksi penipuan massal ke polisi.
"Kami menyetor uang ratusan juta rupiah demi mendapatkan slot pengelolaan dapur umum regional," ujar salah satu korban di Jawa Barat.
Total laporan masyarakat yang masuk ke meja penyidik kini mencapai dua puluh berkas.
Kasus hukum ini langsung menjalar dari wilayah Sumatra hingga Nusa Tenggara Barat.
Aparat kepolisian di Batam mengusut penjualan dua titik lokasi senilai empat ratus juta rupiah.
Kerugian lebih besar terjadi di Jawa Barat dengan angka mencapai hampir dua miliar rupiah.
Satu titik operasional di Lombok Timur bahkan sempat dihargai sembilan ratus lima puluh juta rupiah.
Rangkaian kejadian kelam ini berjalan sangat cepat mengagetkan publik tanah air.
Padahal tersangka baru saja menginjakkan kaki di bandara setelah mengantre haji dua belas tahun.