Menu kontroversial itu menuai gelombang kritik dari berbagai kalangan masyarakat.
Lembaga gizi ini juga pernah mengalokasikan dana 113,9 miliar rupiah untuk menyewa jasa event organizer.
Anggaran jumbo itu mengalir untuk membeli puluhan ribu sepeda motor listrik dinas.
Dadan berdalih pembelian kendaraan operasional itu justru menghemat uang negara karena harganya di bawah pasar.
Sorotan tajam netizen juga mengarah pada pengadaan perlengkapan mandi hingga sikat semir sepatu.
Fasilitas mewah itu disediakan untuk kebutuhan pendidikan kader penggerak pembangunan di daerah.