Sulawesitoday - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Makassar kembali menyoroti pentingnya peran aktif konsumen dalam menghadapi skincare bermerkuri. Produk kecantikan dengan bahan berbahaya seperti merkuri semakin sering ditemukan di pasaran, khususnya melalui penjualan online yang sulit dikendalikan.
Polemik ini merebak setelah seorang dokter terkenal mengunggah hasil uji laboratorium pada sebuah produk skincare populer di Makassar, yang menunjukkan adanya kandungan merkuri, bahan kimia berbahaya yang ilegal digunakan dalam kosmetik.
Kepala Balai Besar BPOM Makassar, Hariani, menjelaskan bahwa BPOM sebenarnya sudah melakukan pengawasan rutin pada sarana produksi kosmetik, termasuk pengujian sampel-sampel produk. Namun, ia mengakui bahwa tidak semua produk bisa diuji secara menyeluruh.
"Kami ada sampling produk, tapi tidak bisa semua tersampling. Pengawasan ini hanya bisa dilakukan di sarana produksi, dan penjualan online semakin memperumit situasi," ungkap Hariani, Kamis (18/10/2024).
Konsumen diminta untuk menjadi garda terdepan dalam melawan peredaran skincare berbahaya ini. BPOM memberikan arahan kepada masyarakat untuk melaporkan jika menemukan produk yang diduga mengandung merkuri. Selain itu, mereka juga mendorong masyarakat untuk memeriksa produk menggunakan aplikasi BPOM Mobile, yang dapat membantu memverifikasi izin edar resmi suatu produk.
"Jika produknya resmi, pasti akan tercantum di aplikasi. Tapi kalau masih ditemukan merkuri, berarti ada oknum yang menambahkan bahan berbahaya itu secara ilegal," jelas Hariani.
Salah satu kasus yang cukup menggemparkan adalah ketika BPOM menemukan produk skincare yang awalnya lulus uji tanpa merkuri, namun ketika dibeli secara online, produk yang sama ternyata mengandung merkuri. Ini menjadi bukti bahwa peredaran online lebih sulit dikontrol.
"Kami pernah menemukan produk yang diuji tanpa merkuri di sarana produksinya. Tapi saat kami beli produk yang sama secara online, ada merkurinya. Ini ulah oknum yang menambahkan bahan berbahaya tersebut setelah izin edar diberikan," jelasnya lebih lanjut.
Baca Juga: Polisi Dalami Kasus Ancaman Pembunuhan oleh Paman di Gorontalo, Bukti Rekaman dan Chat Jadi Kunci!
Menghadapi situasi ini, BPOM tidak hanya melakukan pengawasan di lapangan, tetapi juga melakukan pembinaan kepada para produsen yang terbukti melanggar. Produk yang mengandung merkuri akan segera ditarik dan dimusnahkan, sementara bagi produsen yang melanggar berulang kali, tindakan hukum akan diambil.
"Kami berikan pembinaan jika pelanggaran baru pertama kali dilakukan. Tapi kalau sudah berulang, itu indikasi kesengajaan, dan akan kami bawa ke ranah hukum," tegas Hariani.