• Kamis, 4 Juni 2026

Operasi Zebra 2024 Hari ke Empat: Korban Tewas Turun 50%, Pelanggaran Manual Naik 23%! Jangan Abaikan Aturan Lalu Lintas

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Jumat, 18 Oktober 2024 | 18:14 WIB
Operasi Zebra 2024 di Sulteng turunkan angka kecelakaan fatal hingga 50%, tetapi pelanggaran manual naik 23%. Tingkatkan kepatuhan di jalan. #KeselamatanLaluLintas #OperasiZebra2024 #JanganLanggar (Dwi Rahayu Putri)
Operasi Zebra 2024 di Sulteng turunkan angka kecelakaan fatal hingga 50%, tetapi pelanggaran manual naik 23%. Tingkatkan kepatuhan di jalan. #KeselamatanLaluLintas #OperasiZebra2024 #JanganLanggar (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Operasi Zebra Tinombala 2024 yang dilakukan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tengah baru saja menginjak hari keempat, dan hasil evaluasinya mulai tampak. Dari data yang dihimpun, ada tren yang menggembirakan, meskipun tetap menyisakan tantangan. Penurunan korban jiwa akibat kecelakaan fatal mencapai 50% dibandingkan dengan tahun lalu. Dari 4 korban meninggal dunia pada 2023, tahun ini hanya 2 orang yang kehilangan nyawanya di jalanan.

Namun, jika penurunan korban jiwa menjadi berita baik, peningkatan jumlah pelanggaran lalu lintas manual menjadi perhatian tersendiri. Tahun ini, tercatat ada 383 pelanggar yang ditilang secara manual, naik 23% dari 311 pelanggar pada tahun sebelumnya. Tampaknya, peningkatan ini terjadi karena alat Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Statis dan Mobile belum berfungsi tahun ini akibat perawatan yang masih berlangsung.

Baca Juga: KRAK Sulteng Laporkan Dugaan Tindak Pidana Perusahaan Sawit dan Proyek Jalan, Kejati Harus Bertindak Cepat!

Ini menunjukkan betapa pentingnya penegakan hukum secara manual ketika teknologi tidak dapat diandalkan.

Menurut Kepala Operasi Zebra Tinombala 2024, Kombes Pol Atot Irawan, melalui Kompol Candra Tangoi, penegakan manual menjadi tumpuan sementara.

Baca Juga: Polisi Dalami Kasus Ancaman Pembunuhan oleh Paman di Gorontalo, Bukti Rekaman dan Chat Jadi Kunci!

“Penggunaan ETLE Statis dan Mobile tahun ini belum berfungsi karena masih dalam perbaikan oleh pihak vendor,” ujarnya. Dengan tidak berfungsinya ETLE, petugas di lapangan harus bekerja lebih keras untuk menegakkan aturan secara manual, yang mungkin juga berkontribusi pada peningkatan pelanggaran yang ditindak.

Meskipun pelanggaran meningkat, penting juga dicatat bahwa keseluruhan jumlah kecelakaan lalu lintas justru turun. Pada tahun ini, hanya ada 9 kecelakaan dibandingkan dengan 11 kecelakaan pada tahun sebelumnya, yang menandakan penurunan sebesar 18%.

Baca Juga: Kenaikan UMP Sulsel 2025 Disuarakan: KSPSI Minta Minimal 10% untuk Mengimbangi Lonjakan Biaya Hidup

Penurunan ini bisa jadi berkat peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas, meskipun masih banyak pelanggaran kecil yang sering kali diabaikan. Seperti yang dijelaskan oleh Kompol Candra, kecelakaan besar sering kali dimulai dari pelanggaran kecil.

"Ingat, kecelakaan sering kali berawal dari pelanggaran kecil. Mari kita bersama-sama meningkatkan keselamatan berlalu lintas demi mengurangi risiko kecelakaan," tegasnya.

Baca Juga: BPOM Sidak Obat Herbal Ilegal, Kandungan BKO Picu Gagal Ginjal dan Kerusakan Hati! Amankan 4.800 Botol dari Riau

Fakta menarik lainnya adalah bahwa meskipun korban luka berat justru meningkat 20% (dari 5 menjadi 6 orang), korban luka ringan mengalami penurunan drastis hingga 64%. Dari 11 korban luka ringan di 2023, hanya 4 orang yang mengalami luka ringan tahun ini.

Ini memberikan gambaran yang beragam: di satu sisi, angka kecelakaan fatal turun, namun di sisi lain, kecelakaan yang terjadi cenderung lebih parah bagi beberapa korban.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini