Sulawesitoday - Sebuah tragedi menyelimuti Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Petta Mariam, seorang wanita berusia 49 tahun, ditemukan meninggal dunia setelah sempat dilaporkan hilang akibat tertimbun longsor. Kejadian ini menambah duka mendalam bagi masyarakat setempat yang sedang menghadapi situasi sulit.
"Warga bernama Petta Mariam yang dilaporkan hilang kemarin ditemukan meninggal dunia. Korban tertimbun longsor," ujar Humas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Soppeng, Rudinan, pada Minggu (22/12/2024). Penemuan jasad korban terjadi sekitar pukul 08.30 Wita setelah proses pencarian intensif sejak Sabtu (21/12).
Proses evakuasi yang dilakukan Tim SAR gabungan tidaklah mudah. Material longsor yang tebal membuat pencarian korban baru bisa dilakukan keesokan harinya. "Evakuasi korban longsor belum bisa kami tembus kemarin sampai malam. Jadi baru hari ini bisa kita lakukan evakuasi," tambah Rudinan.
Kerusakan Parah Akibat Longsor
Selain kehilangan nyawa, bencana longsor ini menyebabkan kerusakan besar. Sebanyak 10 rumah dilaporkan rusak berat. Tidak hanya itu, dua mobil dan delapan sepeda motor juga tertimbun material longsor. Empat warga lainnya, yakni Muh Tang, Sulkifli, Andi Serli, dan Andi Dafirza, mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis.
Situasi ini memaksa sejumlah warga Desa Mattabulu untuk mengungsi. Sebagian dari mereka memilih bertahan di rumah yang dianggap aman, sementara lainnya mengungsi ke rumah kerabat di Kampung Ujung Mattabulu atau bahkan ke Kota Watansoppeng. "Beberapa warga Desa Mattabulu masih bertahan di rumahnya yang dianggap aman. Beberapa lainnya mengungsi," jelas Rudinan.
Meningkatkan Kewaspadaan Bencana
Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan menghadapi bencana alam, terutama di wilayah rawan longsor seperti Desa Mattabulu. Langkah mitigasi seperti pemantauan curah hujan dan penyediaan jalur evakuasi yang memadai harus terus diupayakan.
Sebagai pembaca, Anda juga dapat berkontribusi. Bagikan informasi ini kepada orang terdekat Anda, terutama mereka yang tinggal di wilayah rawan. Kewaspadaan dan solidaritas adalah kunci menghadapi situasi sulit seperti ini.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.com: https://news.google.com/publica.../CAAqBwgKMN3Bswsw6tzKAw...