Sulawesitoday - Malam Minggu di Lingkungan Tapodede, Kelurahan Mamunyu, berubah menjadi mimpi buruk. Sebuah longsor besar melanda sekitar pukul 23.15 WITA, menimbun dua rumah warga dan merenggut nyawa satu keluarga.
Korban tewas terdiri dari Nurlela (24), Nasril (40), Aisyah (4), dan seorang balita berusia satu bulan. Rumah mereka kini rata dengan tanah, hanya menyisakan puing-puing mengenaskan. Tak hanya itu, longsor juga menyebabkan kerusakan pada rumah-rumah lain di sekitar lokasi.
Selain korban jiwa, empat warga lainnya mengalami luka-luka. Syahrul (50), petani, harus mendapat perawatan di RSUD Mamuju akibat luka robek di kepala. Irawati (40) juga dirawat di rumah sakit yang sama. Sementara itu, Fahri (30) dan Ajeng (13) dirawat di RS Bhayangkara karena luka lebam di wajah.
“Kami sangat membutuhkan bantuan, terutama makanan, pakaian, dan alat untuk membersihkan rumah,” ujar Taufiq, warga setempat yang ikut dalam gotong royong membersihkan material longsor.
Hujan deras mengguyur Mamuju sejak pukul 15.30 hingga 23.45 WITA dengan intensitas tinggi. Tepat pukul 23.15, tanah longsor terjadi di Jalan Tamasapi, menimbun dua rumah secara tragis.
Baca Juga: Banjir dan Longsor di Mamuju, Instalasi Air Rusak, Ribuan Warga Terdampak
Upaya evakuasi dimulai pada dini hari, Senin (27/1/2025), sekitar pukul 01.00 WITA. Proses ini berjalan lambat karena akses jalan tertutup material longsor dan pohon tumbang. Tim gabungan bahkan terpaksa menggunakan tandu untuk membawa korban ke ambulans. Listrik padam di lokasi kejadian menambah tantangan dalam penyelamatan.
Warga terdampak dan tim gabungan kini bahu-membahu membersihkan material longsor. Meski demikian, kebutuhan bantuan logistik mendesak. Material longsor yang menumpuk, pohon tumbang, serta lumpur yang menggenangi rumah-rumah memperlambat proses pemulihan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju berjanji akan segera mengerahkan alat berat untuk mempercepat pembersihan.
Bencana ini menjadi pengingat betapa rapuhnya infrastruktur di daerah rawan longsor seperti Mamuju. Kini, warga hanya bisa berharap bantuan segera datang agar kehidupan mereka dapat kembali normal.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday.
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.