Baca Juga: Shalat: Jalan Mikraj dan Keutamaan yang Tak Terhingga
Nabi Muhammad SAW, sebagai manusia biasa dan sekaligus utusan Allah, menunjukkan betapa pentingnya keseimbangan antara iman dan logika.
Ketika beliau memuji Allah, beliau tidak hanya mengandalkan kata-kata yang terbatas oleh bahasa manusia, tetapi juga menyertakan ungkapan yang tidak terhingga: Mil’ussamawati wa mil’ul ardhi—memuji Allah seluas langit dan bumi, serta dengan segala yang dikehendaki-Nya.
Dalam konteks mukjizat, Nabi Muhammad SAW berbeda dengan nabi-nabi sebelumnya yang diberikan mukjizat bersifat fisik, seperti unta Nabi Saleh atau tongkat Nabi Musa.
Mukjizat terbesar Nabi Muhammad adalah Al-Qur’an, sebuah keajaiban yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu.
Al-Qur’an menjadi pedoman hidup yang tetap relevan hingga kini, menjadi bukti nyata bahwa keajaiban sejati bukanlah fenomena spektakuler sesaat, tetapi sesuatu yang terus-menerus memberikan cahaya bagi umat manusia.
Logika dalam Islam selalu mengedepankan keseimbangan antara akal dan wahyu.
Jika manusia mencoba menciptakan sesuatu, bahkan sekecil nyamuk, ia tidak akan mampu melakukannya dengan sempurna.
Ini membuktikan bahwa keterbatasan manusia bukanlah hal yang merugikan, tetapi justru menjadi keunggulan yang membuat kita terus belajar dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Keunggulan manusia justru terletak pada ketidaktahuannya.
Karena ketidaktahuan itulah, kita terdorong untuk terus belajar, mencari kebenaran, dan berusaha memahami kehidupan dengan segala misterinya.
Inilah yang menjadikan manusia berbeda dan istimewa dibandingkan makhluk lainnya.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday.
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.
Artikel Terkait
Mencari Ridha Allah di Tengah Keseharian, Pelajaran dari Hidup yang Sederhana
Jejak Perdebatan Kitab dan Kentong, Hikmah dari Pondok Pesantren Tertua
Belajar Tawaduk dan Hikmah dari Perjalanan Mikraj Rasulullah SAW
Dialog Langit: Ketika Para Nabi Berbeda Cara Pandang
Shalat: Jalan Mikraj dan Keutamaan yang Tak Terhingga