Dihadapan Habib Alwi dan pengurus PB Alkhairaat, Gus Fuad Pleret kembali melontarkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, setulus-tulusnya, atas kekhilafan yang telah ia perbuat. "Mohon maaf, mohon ampun, mohon ridha, banyak keliru, banyak salah," ujarnya penuh sesal.
Ia bahkan berjanji untuk mendalami lebih jauh sosok Guru Tua, menelisik peran besarnya dan para generasi penerusnya dalam kerangka ke-Indonesiaan, kebhinekaan, dan kepancasilaan. Bahkan, Gus Fuad Pleret siap membantu jika Alkhairaat berkeinginan membuka cabang di Yogyakarta.
Di penghujung pertemuan, ia memohon agar persoalan hukum yang telah dilaporkan ke Polda Sulteng dapat dicabut, seiring permohonan maaf dan sanksi adat yang telah ia penuhi.
"Hukuman dari dewan adat, saya terima dan penuhi dengan ikhlas. Artinya, di samping saya sudah memohon maaf, tentu saja saya sudah dengan ikhlas menerima hukuman atas kekhilafan saya tersebut.
Oleh karena itu, saya mohon dengan sangat dengan merendahkan diri saya, kiranya Sayyid Alwi berkenan untuk memberikan perintah kepada pihak-pihak yang melaporkan saya di Polda, untuk mencabut laporan," pungkasnya.
Turut hadir dalam pertemuan penting ini, antara lain Ketua PB Alkhairaat Asgar Basir Khan dan Hamdan Rampadio, Ketua Komwil Alkhairaat Sulteng, Arifin Sunusi, serta Presidium Aksi Bela Guru Tua.
Baca Juga: Aksi Massa Protes Penghinaan Guru Tua, Gus Fuad Plered Diminta Ditindak
Artikel Terkait
Untung Gekrafs Nggak Jadi Kancil, Satir Dasco Ahmad Panaskan Panggung Politik - Soroti Tren Rebranding Partai
Nyaris Tenggelam! KM Barcelona 5 Terbakar di Sulut, Detik-detik Mencekam Penumpang Berjuang Selamatkan Diri
Seorang Pasien Meninggal Usai KM Barcelona Terbakar, Pelampung Kurang Jadi Sorotan
KM Barcelona 5 Terbakar, Evakuasi Penumpang ke Gangga II
KM Barcelona 5 Terbakar, Kasat Reskrim Talaud Diduga Jadi Korban