Optimisme Ari patut diapresiasi. Namun 77 hari tersisa bukan waktu longgar. Setiap hari hitung mundur membawa tekanan. Cuaca, tenaga kerja, material—semua harus sinkron sempurna.
---
Perlombaan dengan waktu telah dimulai. Perpustakaan Parigi Moutong kini menjadi ujian nyata. Bukan hanya soal bangunan fisik. Tapi kredibilitas pengawasan proyek strategis nasional. Bayangan teguran KPK cukup kuat untuk memacu semua pihak. Audit Kejati dan Inspektorat menjadi pengingat: transparansi dan ketepatan waktu adalah harga mati.
Apakah CV. Arawan mampu mengejar ketertinggalan? Apakah 14 Desember 2025 benar-benar tercapai? Jawabannya akan terungkap dalam hitungan minggu. Satu hal pasti: mata publik, dan lebih penting lagi mata KPK, sedang mengawasi dengan seksama.
Baca Juga: KPK Tetapkan Staf Ahli Mensos Tersangka, Korupsi Bansos Beras PKH 2020 Rugikan Negara Rp200 M
Artikel Terkait
Punya IPR Belum Cukup! Koperasi Tambang di Sulteng Harus Siapkan KTT dan Dokumen Teknis Dulu
Apa Fungsi Kepala Teknik Tambang yang Jadi Syarat Wajib IPR Sulteng, Gagal Sertifikasi 6 Bulan Harus Cari dari Luar
KPK Tetapkan Staf Ahli Mensos Tersangka, Korupsi Bansos Beras PKH 2020 Rugikan Negara Rp200 M
Dua Warga Gugat Pensiun Seumur Hidup DPR ke Mahkamah Konstitusi, Singgung Keadilan untuk Rakyat Biasa
Kebijakan Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan Puluhan Triliun Segera Berlaku - Peserta Bisa Mulai Iuran Baru Tanpa Beban Utang Lama