Petugas menggeledah tubuh JP. Hasilnya mengejutkan sekaligus mengkhawatirkan. Satu pucuk senjata api rakitan kaliber kecil ditemukan. Kondisinya masih panas dengan peluru tersisa 3 butir.
Sebilah badik tajam juga tersembunyi di pinggang. Panjangnya sekitar 25 sentimeter. Bilahnya mengkilap mengerikan di bawah cahaya senter petugas.
Sepeda motor Yamaha Vixion hitam tanpa plat nomor juga disita. Mesinnya masih dalam keadaan hidup. Kendaraan ini diduga hasil curanmor beberapa hari sebelumnya di wilayah Way Halim.
"Semua barang bukti sudah diamankan untuk proses penyidikan," jelas Faria. Pemeriksaan forensik akan dilakukan terhadap senjata api rakitan tersebut.
Apakah Pelaku Lain Sudah Tertangkap?
Satu pertanyaan besar masih menggantung. Pelaku kedua yang kabur ke perkebunan belum berhasil diamankan. Tim gabungan dari Polresta Bandar Lampung dan Polres Lampung Selatan terus melakukan pengejaran intensif.
Ciri-ciri pelaku buron sudah disebarkan. Tinggi sekitar 165 cm. Berkulit sawo matang. Rambut cepak dengan tato naga di lengan kiri. Terakhir mengenakan kaos hitam dan celana jeans biru.
"Kami yakin pelaku tak akan kemana-mana," tegas Faria penuh keyakinan. Penyekatan di sejumlah titik strategis terus diperketat. Informasi dari masyarakat sangat diharapkan untuk mempercepat penangkapan.
Pihak kepolisian juga meminta masyarakat tidak panik. Situasi sudah terkendali sepenuhnya. Patroli di wilayah perbatasan akan terus ditingkatkan untuk memberikan rasa aman.
Jejak Kelam Komplotan Curanmor
Investigasi lebih lanjut mengungkap fakta mengejutkan. JP dan rekannya diduga kuat tergabung dalam sindikat curanmor besar. Mereka beraksi di wilayah Bandar Lampung, Lampung Selatan, bahkan hingga Lampung Tengah.
Modus operandi mereka cukup rapi. Sasaran utama adalah motor yang diparkir di tempat sepi atau minim penjagaan. Mereka beraksi saat dini hari antara pukul 01.00 hingga 04.00 WIB.
Setelah motor dicuri, mereka langsung mengganti nomor rangka dan mesin. Kendaraan hasil curian dijual ke penadah dengan harga jauh di bawah pasaran. Keuntungan dari kejahatan ini bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan.
Data Polresta Bandar Lampung mencatat lonjakan kasus curanmor dalam tiga bulan terakhir. Sebanyak 47 laporan masuk sejak Oktober 2025. Angka ini meningkat 35% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
"Komplotan ini sudah meresahkan masyarakat lama," ungkap Faria dengan nada serius. Penangkapan JP diharapkan menjadi awal pembongkaran jaringan yang lebih besar.
Artikel Terkait
Rincian Uang Rp6,6 Triliun di Kejagung, Hasil Satgas Kehutanan dan Kasus Korupsi
Kado Natal di Balik Jeruji, 51 Narapidana Lapas Palu Diusulkan Terima Remisi
Nilam Sari Lawira Lantik 14 DPC NasDem Parimo, Targetkan Kemenangan Total dan Mandat Legislatif 2029
NasDem Parigi Moutong Targetkan Menang Pemilu 2029, Sayutin Budianto Instruksikan Loyalitas Kader
Jejak Rp1,2 Triliun, Kejagung Bidik Google dan 12 Vendor dalam Pusaran Chromebook Nadiemm