• Selasa, 21 Juli 2026

Lara di Tanjab Timur, Saat Celurit Guru Membalas Pengeroyokan Siswa

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Rabu, 14 Januari 2026 | 19:19 WIB
Kericuhan pecah di SMK 3 Jambi. Guru dikeroyok siswa hingga aksi balas membawa celurit. Disdik dan Polisi turun tangan mediasi kasus ini.
Kericuhan pecah di SMK 3 Jambi. Guru dikeroyok siswa hingga aksi balas membawa celurit. Disdik dan Polisi turun tangan mediasi kasus ini.

Sulawesitoday - Halaman sekolah seharusnya menjadi ruang diskursus ilmu. Namun, SMK 3 Tanjung Jabung Timur justru membara. Sebuah rekaman digital mengungkap sisi gelap pendidikan.

Video itu memperlihatkan aksi pengeroyokan guru. Peristiwa ini memicu keprihatinan luas publik Jambi.

Awalnya hanya berupa adu argumen lisan saja. Situasi memanas saat fisik mulai saling bersinggungan. Sejumlah siswa tampak mengepung sang guru tersebut.

Tindakan kekerasan pun pecah di lingkungan sekolah. Sorak-sorai siswa lain menambah kegaduhan suasana itu.

Ironi tidak berhenti pada aksi pengeroyokan saja. Video lain menunjukkan respons reaktif dari guru. Beliau terlihat mengejar siswa membawa sebilah celurit.

Senjata tajam itu menjadi simbol runtuhnya wibawa. Ruang belajar mendadak berubah menjadi arena laga.

Dinas Pendidikan Provinsi Jambi segera bereaksi cepat. Pelaksana Tugas Kadisdik, Muhammad Umar, memberikan pernyataan. Pihaknya berencana turun langsung ke lokasi kejadian.

Tim Bidang GTK akan mendalami duduk perkara. Investigasi menyeluruh menjadi langkah utama otoritas pendidikan.

"Kami akan mendalami kejadian ini secepatnya," kata Umar. Koordinasi dengan BKD Jambi pun mulai dilakukan. Langkah ini bertujuan untuk pembinaan oknum terkait.

Disdik menyayangkan sekolah menjadi lokasi baku hantam. Institusi pendidikan harusnya membagi hal-hal bermanfaat.

Kapolsek Berbak, Iptu Hans Simangunsong, turut bicara. Kepolisian berupaya melakukan mediasi antar pihak terkait. Proses ini melibatkan orang tua dan pihak sekolah.

Forum komunikasi pimpinan kecamatan juga ikut hadir. Harapannya, ada titik terang bagi semua pihak.

Camat Berbak, Nopi Ariansyah, mengonfirmasi upaya tersebut. Mediasi sedang diupayakan bersama Babinsa dan komite. Masalah diduga bermula dari sebuah kesalahpahaman saja.

Saat itu, guru sedang memberikan arahan siswa. Namun, instruksi tersebut justru memicu friksi hebat.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini