Sulawesitoday - Halaman sekolah seharusnya menjadi ruang diskursus ilmu. Namun, SMK 3 Tanjung Jabung Timur justru membara. Sebuah rekaman digital mengungkap sisi gelap pendidikan.
Video itu memperlihatkan aksi pengeroyokan guru. Peristiwa ini memicu keprihatinan luas publik Jambi.
Awalnya hanya berupa adu argumen lisan saja. Situasi memanas saat fisik mulai saling bersinggungan. Sejumlah siswa tampak mengepung sang guru tersebut.
Tindakan kekerasan pun pecah di lingkungan sekolah. Sorak-sorai siswa lain menambah kegaduhan suasana itu.
Ironi tidak berhenti pada aksi pengeroyokan saja. Video lain menunjukkan respons reaktif dari guru. Beliau terlihat mengejar siswa membawa sebilah celurit.
Senjata tajam itu menjadi simbol runtuhnya wibawa. Ruang belajar mendadak berubah menjadi arena laga.
Dinas Pendidikan Provinsi Jambi segera bereaksi cepat. Pelaksana Tugas Kadisdik, Muhammad Umar, memberikan pernyataan. Pihaknya berencana turun langsung ke lokasi kejadian.
Tim Bidang GTK akan mendalami duduk perkara. Investigasi menyeluruh menjadi langkah utama otoritas pendidikan.
"Kami akan mendalami kejadian ini secepatnya," kata Umar. Koordinasi dengan BKD Jambi pun mulai dilakukan. Langkah ini bertujuan untuk pembinaan oknum terkait.
Disdik menyayangkan sekolah menjadi lokasi baku hantam. Institusi pendidikan harusnya membagi hal-hal bermanfaat.
Kapolsek Berbak, Iptu Hans Simangunsong, turut bicara. Kepolisian berupaya melakukan mediasi antar pihak terkait. Proses ini melibatkan orang tua dan pihak sekolah.
Forum komunikasi pimpinan kecamatan juga ikut hadir. Harapannya, ada titik terang bagi semua pihak.
Camat Berbak, Nopi Ariansyah, mengonfirmasi upaya tersebut. Mediasi sedang diupayakan bersama Babinsa dan komite. Masalah diduga bermula dari sebuah kesalahpahaman saja.
Saat itu, guru sedang memberikan arahan siswa. Namun, instruksi tersebut justru memicu friksi hebat.
Artikel Terkait
Anatomi Suap Pajak, Modus Kontrak Fiktif PT Wanatiara
PPPK Paruh Waktu Bekerja dalam Ketidakpastian Hukum, DPRD Parimo Desak Pemda
Lapor Pak Amran Gagalkan Bawang Bombai dan Beras Ilegal, Ungkap Pungli 99 Titik
Maut di Jalur Baturaden Gunung Slamet, Syafiq Ali Ditemukan Setelah 17 Hari
Mahfud MD Bongkar Sengkarut Kuota Haji: Celah di Balik Diskresi