• Selasa, 21 Juli 2026

Maut di Jalur Baturaden Gunung Slamet, Syafiq Ali Ditemukan Setelah 17 Hari

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Rabu, 14 Januari 2026 | 18:03 WIB
Jasad Syafiq Ali ditemukan di lereng selatan Gunung Slamet. Pencarian mandiri relawan membuahkan hasil pada hari ke-17 evakuasi.
Jasad Syafiq Ali ditemukan di lereng selatan Gunung Slamet. Pencarian mandiri relawan membuahkan hasil pada hari ke-17 evakuasi.

Sulawesitoday - Ikhtiar pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan menemui titik akhir. Remaja 18 tahun itu ditemukan sudah tidak bernyawa.

Jasadnya terbujur kaku di lereng selatan Gunung Slamet. Lokasinya berada di antara Gunung Malang dan Baturaden.

Tim relawan menemukan Ali pada Rabu, 14 Januari. Ini merupakan hari ke-17 sejak ia dinyatakan hilang.

Kabar duka ini tersiar melalui koordinasi radio lapangan. Suara haru memecah keheningan di posko pendakian setempat.

Padahal, operasi SAR gabungan resmi berakhir pekan lalu. Negara menghentikan pencarian pada tanggal 7 Januari 2026.

Namun, semangat relawan mandiri tidak ikut padam. Mereka memilih melanjutkan penyisiran bersama pihak basecamp.

"Alhamdulillah survivor ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," tulisnya. Keterangan resmi tersebut diunggah akun @slametviabambangan siang tadi.

Kini, tim fokus pada proses evakuasi jenazah. Medan curam menjadi tantangan utama bagi tim penjemput.

Ali berangkat mendaki pada 27 Desember 2025 lalu. Ia menempuh jalur Dipajaya bersama rekannya, Himawan Choidar.

Rencana awal mereka hanya melakukan pendakian kilat. Istilah pendakian tanpa menginap ini populer disebut tektok.

Petaka muncul saat kaki Himawan mengalami cedera serius. Ali memutuskan turun sendirian untuk mencari bantuan medis.

Itu menjadi momen terakhir Ali terlihat dalam kondisi hidup. Himawan sendiri ditemukan selamat dalam kondisi lemas kemudian.

Pencarian besar-besaran telah melibatkan ratusan personel gabungan. Dedikasi para relawan akhirnya menutup tabir misteri ini.

Kini, jenazah pelajar asal Magelang itu sedang diturunkan. Duka mendalam menyelimuti keluarga dan dunia pendakian Indonesia.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini