Sulawesitoday - Niat hati ingin pegang uang baru. Apa daya, malah apes yang didapat. Nasib malang ini menimpa Dalmiah, seorang warga yang tergiur kemudahan tukar uang di media sosial. Nilainya tidak sedikit: Rp12,2 juta amblas begitu saja.
Rabu siang tadi, di ruang data Polres Majene, tabir itu dibuka. Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Fredy, berdiri di depan awak media. Wajahnya serius. Di sampingnya, tumpukan barang bukti mulai dari handphone hingga print-out percakapan WhatsApp jadi saksi bisu sebuah drama penipuan yang rapi.
"Pelaku menggunakan media sosial untuk menawarkan jasa penukaran uang baru. Uangnya dipakai untuk bayar utang dan kepentingan pribadi," ujar AKP Fredy dengan nada lugas.
Ceritanya dimulai dari Facebook. Ada akun bernama Andi Arsyila Asryi. Isinya menarik: jasa penukaran uang kecil. Siapa yang tidak butuh? Dalmiah pun terpikat. Komunikasi pindah ke WhatsApp. Di sana, tersangka berinisial NRA (32) mulai memainkan perannya. NRA adalah wiraswasta asal Makassar. Dia jago meyakinkan orang.
Dalmiah sempat ragu. Dia minta bayar setelah barang sampai. Tapi NRA lebih lihai. Dia terus mendesak agar dibayar lunas di muka. Akhirnya, transfer pun dilakukan bertahap. Totalnya mencapai belasan juta rupiah.
Setelah uang masuk ke rekening BRI milik pelaku, drama dimulai. NRA mengirimkan video. Isinya rekaman sebuah truk ekspedisi yang katanya sedang membawa uang pesanan Dalmiah. Di video itu, digambarkan seolah-olah truk sedang mengalami kendala di jalan. Mogok.
Dalmiah menunggu. Hari berganti hari. Truk tidak kunjung sampai. Uang baru yang diidampkan tak pernah muncul di depan pintu. Ternyata, video truk itu hanya akal-akalan. Senjata maut untuk mengulur waktu sekaligus mematikan kecurigaan korban.
Kini NRA harus mempertangung jawabkan perbuatannya. Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan pada Februari lalu. Barang bukti sudah disita. Ada flasdisk berisi dokumen digital yang jadi kunci.
NRA kini terancam pasal berlapis di UU ITE dan KUHP yang baru. Ancaman hukuman yang berat menanti di ujung jalan.
Kejadian di Majene ini jadi pengingat keras. Dunia digital itu rimba. Jangan mudah percaya pada postingan yang terlalu manis. Apalagi kalau sudah minta uang di muka dengan alasan jastip.
"Masyarakat harus lebih waspada. Jangan mudah tergiur penawaran di medsos," imbau Kasat Reskrim menutup rilis tersebut.
Benar kata orang tua dulu: waspadalah, waspadalah. Karena penipu sekarang tidak butuh linggis untuk membobol kantong Anda. Cukup modal jempol dan kuota internet.
Koperasi Merah Putih Rangas, Masih Bayi Tapi Sudah Berani Digitalisasi!
Artikel Terkait
Stunting Parimo Turun Drastis ke 9,3 Persen, Tapi Opini BPK Masih Nyangkut di WDP
Samsung Galaxy A57 Masuk Indonesia: Bodi Setipis Kerupuk, Otak AI Sekelas Flagship!
Tak Perlu Root, Ini 3 Jurus Jitu Pulihkan Video Penting Tak Sengaja Terhapus
Viral Uang Rp50 Ribu Tanpa Gambar Keluar dari ATM, Kolektor Langsung Berani Bayar Mahal
Koperasi Merah Putih Rangas, Masih Bayi Tapi Sudah Berani Digitalisasi!