Sulawesitoday - Puluhan advokat dari Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) berkumpul di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk menuntut keadilan atas kasus penembakan rekan sejawat mereka, Rudi S Gani. Insiden ini terjadi pada malam pergantian tahun di Kabupaten Bone, meninggalkan luka mendalam bagi komunitas hukum di daerah tersebut.
Para advokat bergerak bersama dari kantor Konsultan Hukum H Hasman Usman menuju Markas Polda Sulsel untuk meminta perhatian khusus dari pihak berwenang.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Yudhiawan, menyambut kedatangan mereka bersama Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Nasri. Dalam audiensi tersebut, perwakilan PERADI menekankan pentingnya pengusutan kasus ini.
“Kami mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkap pelaku di balik penembakan yang mencederai lembaga advokat,” ujar Saenal Abdi, Sekretaris PBH Peradi Gowa.
Investigasi awal menunjukkan pelaku menggunakan senapan angin dengan peluru kaliber 8 milimeter. Hasil laboratorium forensik mengonfirmasi bahwa peluru tersebut bukan berasal dari senjata api. Namun, senjata yang digunakan diduga ilegal.
"Kami masih menyelidiki lebih lanjut, termasuk mencari pelaku yang hingga kini belum tertangkap," ungkap Kombes Pol Didik Supranoto, Kabid Humas Polda Sulsel.
Tim forensik Polda Sulsel juga telah melakukan olah TKP di rumah korban di Desa Pattuku Limpoe, Kabupaten Bone. Langkah ini diambil untuk memperkuat bukti dalam penyelidikan. Direktur Reskrimum Polda Sulsel, Kombes Pol Jamaluddin Farti, menyatakan bahwa tim khusus telah dikerahkan untuk mempercepat proses pengungkapan kasus ini.
Sementara itu, hasil autopsi menunjukkan bahwa korban mengalami luka tembak di bagian bawah mata kanan dengan proyektil bersarang di tulang leher. Jenazah Rudi telah diautopsi di RS Bhayangkara Makassar sebelum dibawa ke rumah duka di Kecamatan Tallo. Pemakaman direncanakan di Kabupaten Pangkep, menunggu kedatangan salah satu anak korban yang berada di luar negeri.
Kejadian ini memicu diskusi tentang regulasi penggunaan senjata ilegal, khususnya senapan angin yang sering kali dianggap remeh. Masyarakat juga diingatkan untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar.
Pihak keluarga dan kolega berharap kasus ini segera terungkap. Mereka percaya bahwa keadilan harus ditegakkan demi mencegah insiden serupa di masa depan. “Kami tidak hanya kehilangan seorang kolega, tapi juga seorang pejuang keadilan,” tutur Dr. Hasman Usman, Wakil Ketua Peradi Makassar.
Baca juga kondisi keluarga Rudi di tengah duka untuk memahami dampak emosional yang dialami pihak keluarga. Selain itu, fakta baru terkait kasus penembakan ini juga telah terungkap.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday.
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.
Artikel Terkait
57 Personel Polda Sulteng Dipecat Tanpa Hormat Sepanjang 2024
Era Baru Hukum di Sulawesi Tengah, Rakhmat Renaldy Siap Wujudkan Pelayanan Prima
Bukan Hanya Harga Mahal, Ini Alasan Wisatawan Mengeluhkan Gubuk Koi Parigi di Medsos
Viral Komentar Ketus Pemilik Gubuk Koi Zakheus Parigi Memancing Reaksi Netizen
Kepolisian Ungkap 634 Kasus Narkoba Selama 2024 di Sulteng: 300 Ribu Jiwa Selamat dari Ancaman Mematikan