• Senin, 20 Juli 2026

Wanita di Mamuju Tengah Mengamuk di Rumah Pacar: Lamaran Ditolak, Kata-Kata Kasar Berujung Konflik

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Sabtu, 25 Januari 2025 | 16:04 WIB
Wanita di Mamuju Tengah mengamuk di rumah pacar akibat kata kasar dan lamaran pria lain. Konflik diselesaikan damai dengan bantuan kepolisian.
Wanita di Mamuju Tengah mengamuk di rumah pacar akibat kata kasar dan lamaran pria lain. Konflik diselesaikan damai dengan bantuan kepolisian.

Sulawesitoday - Peristiwa mengejutkan terjadi di Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Seorang wanita berinisial AB (30) mendatangi rumah pacarnya, RK (26), dengan penuh amarah pada Rabu (22/1). Insiden ini dipicu oleh ketegangan dalam hubungan mereka, yang memanas setelah komunikasi melalui WhatsApp.

Menurut Iptu Tito Alhafezt, Kasat Reskrim Polres Mamuju Tengah, permasalahan bermula saat AB menerima lamaran dari pria lain. RK, yang tidak setuju dengan hal itu, mengeluarkan kata-kata kasar yang membuat AB tersulut emosinya. "Motifnya karena kata-kata kasar yang keluar dari pacarnya," jelas Tito kepada wartawan, Sabtu (25/1).

Dalam kejadian tersebut, AB tidak hanya mengungkapkan kemarahannya melalui kata-kata. Dia juga dilaporkan menendang RK dan bahkan sempat mengayunkan pisau ke arah kaki pacarnya. Beruntung, situasi tidak berujung pada cedera serius.

Iptu Saldi M, Kasi Humas Polres Mamuju Tengah, menjelaskan bahwa kedua pihak telah dipanggil untuk dimintai keterangan pada Jumat (24/1). Mereka sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. "Sudah dibuat surat pernyataan damai oleh penyidik Reskrim Polres," ujar Saldi.

Baca Juga: Mengapa Gaji ASN di Parigi Moutong Belum Dibayarkan? Coretax dan Masalah Baru di Pemerintahan Daerah

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga komunikasi yang sehat dalam hubungan. Konflik yang dipicu oleh perbedaan pendapat dapat dengan mudah memanas jika tidak dikelola dengan baik. Apalagi, penggunaan kata-kata kasar hanya akan memperkeruh suasana.

Selain itu, kejadian ini menunjukkan bahwa penyelesaian damai tetap menjadi opsi terbaik dalam konflik interpersonal. Upaya mediasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian di Mamuju Tengah patut diapresiasi. Mereka berhasil mencegah konflik ini berkembang menjadi kasus pidana yang lebih serius.

Penting untuk memahami bahwa dalam hubungan, saling menghormati dan menjaga emosi adalah kunci. Jika menghadapi konflik, cobalah mencari solusi melalui komunikasi yang baik. Dan jika situasi semakin sulit, mencari bantuan pihak ketiga seperti mediator atau penasihat hubungan dapat menjadi langkah bijak.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini