• Selasa, 21 Juli 2026

Abrasi Sungai Sikente: Lahan Warga Hilang, Jembatan Utama Terancam Ambruk!

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Sabtu, 25 Januari 2025 | 14:46 WIB
Abrasi sungai Sikente kian parah, merusak lahan warga dan infrastruktur vital. Warga mendesak solusi cepat sebelum bencana semakin meluas.
Abrasi sungai Sikente kian parah, merusak lahan warga dan infrastruktur vital. Warga mendesak solusi cepat sebelum bencana semakin meluas.

Sulawesitoday - Abrasi sungai di Dusun Lingkungan Sikente, Kelurahan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Lahan pertanian warga, jalan poros, dan bahkan jembatan utama terancam oleh gerusan air yang semakin parah, terutama saat musim hujan.

Pantauan di lokasi menunjukkan dampak yang begitu nyata. Pohon-pohon besar tumbang, pipa-pipa air rusak, dan tebing tanah longsor menghiasi sepanjang tepian sungai. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari warga tetapi juga menimbulkan kecemasan yang mendalam.

“Musim hujan datang, kami selalu was-was. Kalau tidak segera ditangani, rumah kami juga bisa ikut hilang,” kata Bahar, seorang warga yang lahan pertaniannya sudah sebagian besar habis akibat abrasi.

Kepala Dusun Lingkungan Sikente, Nirwan, menyatakan pihaknya sudah melaporkan kondisi ini ke pemerintah kabupaten dan provinsi. Sayangnya, hingga kini belum ada tindakan konkret yang dilakukan. Menurut Nirwan, solusi jangka panjang seperti pembangunan bronjong menjadi harapan utama, meskipun biaya yang diperlukan cukup besar.

Baca Juga: Polisi Usut Kasus Mangrove Dibabat di Maros, SHM Ilegal Diduga Jadi Pemicu

Masalah ini bukan sekadar soal hilangnya lahan pertanian. Abrasi juga memengaruhi aksesibilitas dan keamanan warga. Jalan poros yang rusak menyulitkan mobilitas, sementara ancaman pada jembatan utama bisa memutus hubungan transportasi penting di wilayah tersebut. Warga pun mendesak pemerintah agar segera mengambil tindakan nyata untuk mencegah bencana yang lebih besar.

Sebagai langkah awal, masyarakat bersama pemerintah setempat dapat mempertimbangkan solusi darurat, seperti penanaman pohon penahan tanah di sepanjang tepian sungai. Meskipun ini bukan solusi permanen, langkah ini setidaknya dapat membantu memperlambat proses abrasi hingga solusi jangka panjang terealisasi.

Bencana abrasi ini mengingatkan kita betapa pentingnya menjaga ekosistem sungai. Upaya kolektif antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini. Pasalnya, selain mata pencaharian, kenyamanan dan keselamatan hidup warga juga menjadi taruhannya.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Artikel Terkait

Terkini