• Selasa, 21 Juli 2026

Lalolae Diguncang Gempa Dangkal, Begini Penjelasan BMKG tentang Aktivitas Sesar Kolaka

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Sabtu, 25 Januari 2025 | 14:37 WIB
Gempa 4,9 magnitudo mengguncang Kolaka Timur akibat Sesar Kolaka. BMKG mencatat tiga gempa susulan dan mengimbau warga tetap waspada.
Gempa 4,9 magnitudo mengguncang Kolaka Timur akibat Sesar Kolaka. BMKG mencatat tiga gempa susulan dan mengimbau warga tetap waspada.

Sulawesitoday - Gempa berkekuatan 4,9 magnitudo mengguncang Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, pada Jumat (24/1). Gempa yang terasa di berbagai wilayah ini disebabkan oleh aktivitas Sesar Kolaka di Tenggara Lalolae, seperti yang diungkapkan oleh Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

Gempa tersebut terjadi pada pukul 21.37 Wita dengan episenter yang terletak di darat, tepatnya 4,8 km Tenggara Lalolae. BMKG mencatat kedalaman gempa berada pada 10 km, yang tergolong gempa dangkal. Dampaknya cukup signifikan dengan getaran dirasakan di Kolaka pada skala III-IV MMI. Hal ini berarti, getaran dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, sementara beberapa orang di luar juga merasakannya.

Tidak hanya itu, wilayah lain seperti Bombana, Kolaka Utara, Kendari, dan Konawe juga terkena dampaknya dengan intensitas skala II-III MMI. BMKG mencatat adanya tiga gempa susulan hingga pukul 22.20 Wita. Gempa pertama berkekuatan 3,2 magnitudo terjadi pukul 21.56 dan 21.58 Wita, disusul gempa berkekuatan 2,6 magnitudo pada pukul 22.14 Wita.

Baca Juga: Megahnya Kantor Desa Kurma, Mirip Istana Bogor di Polewali Mandar

"Gempa bumi yang terjadi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Daryono. Pernyataan ini memberikan sedikit rasa lega bagi masyarakat yang sempat khawatir dengan kemungkinan ancaman lanjutan. Namun, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi.

Fenomena gempa tektonik seperti ini menunjukkan betapa aktifnya sistem sesar di Sulawesi Tenggara. Sesar Kolaka dikenal sebagai salah satu sumber aktivitas seismik yang cukup sering memengaruhi wilayah tersebut. Aktivitas ini perlu menjadi perhatian, terutama untuk pengembangan infrastruktur yang lebih tahan gempa di daerah rawan.

Apakah ini menjadi pengingat untuk kita meningkatkan mitigasi bencana? Tentunya iya. Masyarakat di daerah rawan gempa perlu lebih memahami langkah-langkah evakuasi dan pentingnya bangunan tahan gempa. Tidak hanya itu, edukasi mengenai potensi risiko sesar aktif juga harus terus digalakkan.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.

 

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Artikel Terkait

Terkini