Sulawesitoday - Gempa berkekuatan 4,9 magnitudo mengguncang Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, pada Jumat (24/1). Gempa yang terasa di berbagai wilayah ini disebabkan oleh aktivitas Sesar Kolaka di Tenggara Lalolae, seperti yang diungkapkan oleh Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.
Gempa tersebut terjadi pada pukul 21.37 Wita dengan episenter yang terletak di darat, tepatnya 4,8 km Tenggara Lalolae. BMKG mencatat kedalaman gempa berada pada 10 km, yang tergolong gempa dangkal. Dampaknya cukup signifikan dengan getaran dirasakan di Kolaka pada skala III-IV MMI. Hal ini berarti, getaran dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, sementara beberapa orang di luar juga merasakannya.
Tidak hanya itu, wilayah lain seperti Bombana, Kolaka Utara, Kendari, dan Konawe juga terkena dampaknya dengan intensitas skala II-III MMI. BMKG mencatat adanya tiga gempa susulan hingga pukul 22.20 Wita. Gempa pertama berkekuatan 3,2 magnitudo terjadi pukul 21.56 dan 21.58 Wita, disusul gempa berkekuatan 2,6 magnitudo pada pukul 22.14 Wita.
Baca Juga: Megahnya Kantor Desa Kurma, Mirip Istana Bogor di Polewali Mandar
"Gempa bumi yang terjadi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Daryono. Pernyataan ini memberikan sedikit rasa lega bagi masyarakat yang sempat khawatir dengan kemungkinan ancaman lanjutan. Namun, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi.
Fenomena gempa tektonik seperti ini menunjukkan betapa aktifnya sistem sesar di Sulawesi Tenggara. Sesar Kolaka dikenal sebagai salah satu sumber aktivitas seismik yang cukup sering memengaruhi wilayah tersebut. Aktivitas ini perlu menjadi perhatian, terutama untuk pengembangan infrastruktur yang lebih tahan gempa di daerah rawan.
Apakah ini menjadi pengingat untuk kita meningkatkan mitigasi bencana? Tentunya iya. Masyarakat di daerah rawan gempa perlu lebih memahami langkah-langkah evakuasi dan pentingnya bangunan tahan gempa. Tidak hanya itu, edukasi mengenai potensi risiko sesar aktif juga harus terus digalakkan.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.
Artikel Terkait
AI dan Jurnalistik: Dewan Pers Tetapkan Standar Etika di Tengah Perkembangan Teknologi
Korupsi Proyek Infrastruktur Rp9,7 Miliar, Tiga Tersangka Ditahan di Donggala
Mencari Ridha Allah di Tengah Keseharian, Pelajaran dari Hidup yang Sederhana
Kemenkum Sulteng Tegaskan Komitmen Anti-Korupsi: Langkah Berani Menuju Zona Integritas 2025
Megahnya Kantor Desa Kurma, Mirip Istana Bogor di Polewali Mandar