• Senin, 20 Juli 2026

Spesialis Pembobol Toko Kain Diciduk di Sigi, Modus Gembok Rusak Terungkap

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Rabu, 29 Januari 2025 | 06:26 WIB
Riadi alias Ical, residivis spesialis pembobol toko kain, ditangkap di Sigi. Pelaku beraksi di Gorontalo dan Makassar dengan modus merusak gembok.
Riadi alias Ical, residivis spesialis pembobol toko kain, ditangkap di Sigi. Pelaku beraksi di Gorontalo dan Makassar dengan modus merusak gembok.

Sulawesitoday - Riadi alias Ical (30), residivis yang dikenal sebagai spesialis pembobol toko kain, akhirnya berhasil ditangkap oleh Resmob Polres Sigi.

Riadi, yang sebelumnya pernah mendekam di balik jeruji besi, ditangkap pada Kamis (23/1) dini hari di Kelurahan Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

"Pelaku merupakan residivis kasus pencurian pada 2018. Ia kali ini kembali beraksi dengan membobol sejumlah toko kain di Kota Gorontalo," ungkap Kombes Yos Guntur Yuni Fauris, Dirkrimum Polda Gorontalo, Selasa (28/1/2025).

Dalam operasi penangkapan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk sepeda motor, handphone, dan uang tunai hasil kejahatan.

Riadi diketahui menggunakan modus merusak gembok toko untuk menggasak barang-barang berharga di dalamnya.

Kronologi Aksi

Aksi terakhir Riadi dilakukan pada Senin (19/1) di dua toko kain di Jalan Beringin, Kelurahan Tuladenggi, Kecamatan Dungingi, Gorontalo. Toko Asdibah dan toko UD Mutia menjadi sasaran pembobolan.

Baca Juga: Jerit Bocah 10 Tahun: Kekerasan Keluarga di Nias Selatan Viral di Medsos

Menurut keterangan korban, Rona Ladiku, peristiwa tersebut terungkap ketika karyawan toko melaporkan kondisi pintu yang terbuka dengan gembok rusak.

Setelah diperiksa, uang tunai Rp 4,5 juta dan satu unit handphone merek Vivo senilai Rp 2,5 juta dilaporkan hilang dari laci kasir.

Jejak Kejahatan

Riadi tidak hanya beraksi di Gorontalo. Dalam pengakuannya, ia juga pernah melakukan pembobolan toko kain di Kota Makassar sebanyak dua kali.

Di Gorontalo sendiri, ia telah melancarkan aksinya sebanyak tiga kali, dengan metode yang sama.

"Pelaku dikenal lihai dan selalu memilih toko-toko yang sepi pengawasan. Dengan alat sederhana, ia mampu merusak gembok dalam waktu singkat," tambah Yos.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini