Ironinya, kematian Lamek Taplo mungkin tidak mengubah apa-apa. Konflik tetap berputar. Senjata tetap berbicara. Keadilan tetap jadi mimpi yang jauh. Dan di tengah rimba Papua yang sunyi, darah terus mengalir—entah dari pihak mana, entah untuk tujuan apa.
Satu kepastian: perang ini belum usai. Dan setiap kematian, dari pihak manapun, hanya menambah daftar panjang tragedi kemanusiaan yang tak kunjung selesai.
Baca Juga: Warga Soanggama Aktif Bantu TNI Bongkar Markas OPM, Serahkan Informasi Lokasi Senjata Tersembunyi